Tugas resume semuanya

Nama                       : Kikih Jakiah Darojah
NIM                          : 1920.04.001
Prodi                        : Manajemen Pendidikan Islam
Mata Kuliah           : B.Arab Pendidikan
Dosen Pengampu  : Muzhir Ihsan, M.Pd

Resume Mata Kuliah Bahasa Arab Pendidikan

MATERI

الاعتـــراف بالجميل

كان الخليفة المنصور يتطّلع إلى الإحاطة بأمور الناس عموما, وإلى معرفة أحوال بني أمية خصوصا. فبلغه أن من مشايخ أهل الشّام, شيخا معروفا, وكان بطانة لهشام بن عبد الملك بن مروان. فأرسل إليه المنصور, وأحضره بين يديه, وسأله عن تدبير هشام في حروبه مع الخوارج. فوصف له الشيخ ما دبّر وقال:" فعل رحمه الله كذا وكذا". فقال له المنصور: "قم عنّي! تطأ بساطي وتترحّم على عدوّي!" فقال الرّجل وهو مولّ يريد الخروج: "إن نعمة عدوّك لقلادة في عنقي, لا ينزعها إلاّ غاسل". فلمّا سمعه المنصور قال: "ردّوه". فلمّا رجع قال: "يأمير المؤمنين, إن أكثر النّاس لؤما, من لم يجعل دعاءه لمن أحسن إليه, وثناءه عليه, وحمده لمعروفه عنده وفاء له, ولو أمكنني القدر, وأقدرني القضاء, على الوفاء لهشام بأكثر من ذلك, لوجدني أمير المؤمنين وافيا له به". فقال له المنصور: "ارجع يا شيخ إلى تمام حديثك". ثمّ أقبل المنصور على حديثه إلى أن فرغ, فدعا المنصور بمال وكسوة وقال: "خذ هذا صلة منّا لك". قأخذ ذلك وقال: "والله يا أمير المؤمنين مابي من حاجة. ولقد مات عنيّ من كنت في ذكره, فما أحوجني إلى وقوفي على باب أحد بعده. ولولا جلال أمير المؤمنين, ولزوم طاعته, وإيثار أمره, لما لبست نعمة أحد بعده". فقال المنصور: "لله أنت! لولم يكن لقومه غيرك, لكنت أبقيت لهم ذكرا مخلّدا, ومجدا باقيا, بوفائك لمن أحسن إليك".

Terjemahan

Pengakuan Keindahan

Dia adalah khalifah al manshur, menanti untuk mengetahui hal-hal orang pada umumnya, dan untuk mengetahui kondisi bani umayyah pada khususnya. Dia memberitahunya bahwa salah satu syekh dari orang-orang Levant, seorang syekh yang dikenal, itu adalah  Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Jadi dia mengirim Al-Mansur kepadanya, membawanya di tangannya, dan bertanya kepadanya tentang pengaturan Hicham dalam perangnya dengan orang-orang Khawarij.Kemudian Syekh menjelaskan kepadanya apa yang dia rencanakan dan katakan: "Dia memang Tuhan mengampuni ini dan itu. Al-Mansur berkata kepadanya: "Bangkitlah tentang aku! Tapak permadani dan perlihatkan belas kasihan kepada musuhku!" Lalu pria itu berkata, sementara dia ingin pergi, "Rahmat musuhmu adalah kalung di leherku yang hanya bisa dilepas oleh pita. "Ketika Al-Mansur mendengarnya, dia berkata, "Tanggapi dia." Ketika dia kembali, dia berkata: “Komandan orang-orang beriman, orang-orang yang paling kejam, siapa pun yang tidak melakukan permohonannya kepada orang yang telah mengalahkannya, memuji dia, dan memuji dia atas bantuannya untuk memenuhinya, dan jika nasib memungkinkan saya, dan pengadilan dapat membantu saya untuk memenuhi Hisyam lebih dari itu, jika Panglima Setia menganggapnya loyal kepada dia. ". Al-Mansur berkata kepadanya: "Kembalilah, Sheikh, untuk pidatonya. Kemudian Al-Mansur menerima pidatonya sampai selesai, jadi dia memanggil Al-Mansour dengan uang dan pakaian dan berkata: "Ambil tautan ini dari kami untuk Anda." Dia mengambilnya dan berkata: "Demi Tuhan, Panglima Setia, tidak perlu. Siapa pun yang saya ingat meninggal karena saya,Saya tidak perlu berdiri di pintu satu setelah dia  Tanpa keagungan Panglima Setia, kepatuhannya diperlukan, dan untuk mematuhinya,Dan untuk memberikan perintahnya, ketika seseorang memakai berkah untuknya. "Al-Mansur berkata: "Ya Tuhan! Dan jika bangsanya tidak memiliki siapa pun selain kamu, aku akan menyimpan kenangan abadi untuk mereka, dan kemuliaan akan tetap ada, dengan bertemu denganmu siapa pun yang baik kepadamu".

Nah, jadi, materi tersebut mengajarkan kita tentang kejujuran dan memaafkan. Lalu, bagaimanakah jujur dan memaafkan berdasarkan hasil diskusi kita pada pertemuan perkuliahan hari Kamis tanggal 15 April 2020 di rumah kita masing masing. 😁


JUJUR & MEMAAFKAN

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan teladan sempurna untuk kita. Beliau memiliki akhlak atau sifat yang begitu mulia. Beberapa sifat mulia yang dimiliki oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam antara lain pemaaf dan jujur. Nabi Muhammad dikenal sebagai pribadi yang pemaaf dan  jujur, bahkan sejak beliau belum diangkat menjadi nabi.

1. Jujur


A. Pengertian Jujur
Jujur, dalam Bahasa Arab dikenal dengan istilah ash shidqu atau shiddiq, memiliki arti nyata atau berkata benar. Artinya, kejujuran merupakan bentuk kesesuaian antara ucapan dan perbuatan atau antara informasi dan kenyataan. Lebih jauh lagi, kejujuran berarti bebas dari kecurangan, mengikuti aturan yang berlaku dan kelurusan hati. 
Sikap jujur merupakan apa yang keluar dari dalam hati nurani setiap manusia dan bukan merupakan apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan otak dan hawa nafsu.

Kepada siapakah kita jujur?
  • Jujur Kepada Allah
Jujur kepada Allah itu kita melakukan perbuatan ibadah yang ikhlas kepada Allah tanpa ada unsur riya’,semua perbuatan yang kita lakukan semata – mata hanya untuk Allah untuk mencapai keridhoannya, selanjutnya melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan berkata tanpa berdusta itu sudah termasuk sifat jujur kepada Allah.
  • Jujur Kepada Diri Sendiri
Jujur kepada diri sendiri yaitu menghilangkan segala bentuk penolakan yang membuat kita jauh pada kebenaran mengenai diri kita, tidak membohongi diri sendiri,tidak memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu.
  • Jujur Kepada Orang Lain
Memberi kesaksian yang benar apabila diminta pengadilan. Misalnya, jika memberi kabar berita sesuai dengan kenyataan , jangan ada modifikasi hanya untuk menyenangkan hati orang. Sudah sepatutnya kita berkata jujur walau pahit.

B. Macam-macam jujur
Berbicara kejujuran (dalam bahasa arab disebut sebagai Ash-Shidqun), kejujuran terbagi menjadi 5 macam, yaitu:

1. Shidq Al-Qalbi (jujur dalam berniat).
Hati adalah poros anggota badan. Hati adalah barometer kehidupan. Hati adalah sumber dari seluruh gerak langkah manusia. Jika hatinya bersih, maka seluruh perilakunya akan mendatangkan manfaat. Tapi jika hatinya keruh, maka seluruh perilakunya akan mendatangkan bencana. 

2. Shidq Al-Hadits (jujur saat berucap).
Jujur saat berkata adalah harga yang begitu mahal untuk mencapai kepercayaan orang lain. Orang yang dalam hidupnya selalu berkata jujur, maka dirinya akan dipercaya seumur hidup. Tetapi sebaliknya, jika sekali dusta, maka tak akan ada orang yang percaya padanya. Orang yang selalu berkata jujur, bukan hanya akan dihormati oleh manusia, tetapi juga akan dihormati oleh Allah Swt. 

3. Shidq Al-’Amal (jujur kala berbuat). 
Amal adalah hal terpenting untuk meraih posisi yang paling mulia di surga. Oleh karena itu, kita harus selalu mengikhlaskan setiap amal yang kita lakukan. Dalam berdakwah pun, kita harus menyesuaikan antara ungkapan yang kita sampaikan kepada umat dengan amal yang kita perbuat. Jangan sampai yang kita sampaikan kepada umat tidak sesuai dengan amal yang kita lakukan sebab Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang banyak berbicara tetapi sedikit beramal. 

4. Shidq Al-Wa’d (jujur bila berjanji).
Janji membuat diri kita selalu berharap. Janji yang benar membuat kita bahagia. Janji palsu membuat kita selalu was-was. Maka janganlah memperbanyak janji (namun tidak ditepati) karena Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang selalu mengingkari janji.

5. Shidq Al-Haal (jujur dalam kenyataan).
Orang mukmin hidupnya selalu berada di atas kenyataan. Dia tidak akan menampilkan sesuatu yang bukan dirinya. Dia tidak pernah memaksa orang lain untuk masuk ke dalam jiwanya. Dengan kata lain, seorang mukmin tidak hidup berada di bawah bayang-bayang orang lain. Artinya, kita harus hidup sesuai dengan keadaan diri kita sendiri. 

C. Bolehkah berbohong untuk kebaikan?
Dusta atau bohong adalah perbuatan haram. Tidak ada keringanan untuk berdusta dalam Islam, kecuali karena darurat atau kebutuhan yang mendesak. Itu pun dengan batas yang sangat sempit. Seperti tidak dijumpai lagi cara yang lain untuk mewujudkan tujuan yang baik itu, selain harus bohong.
Ada satu cara yang mirip dengan dusta tapi bukan dusta. Dalam kondisi ‘kepepet’, seseorang bisa menggunakan cara ini untuk mewujudkan keinginannya tanpa harus terjerumus ke jurang kedustaan. Cara itu, bernama  ma’aridh atau tauriyah. Bentuknya, seseorang menggunakan kata yang ambigu, dengan harapan agar dipahami lain oleh lawan bicara.
Dalam keterangan dari Syarh Sunnah Al-Baghawi.
Meriwayatkan:
ولم أسمعه يرخص في شيء مما يقول الناس إلا في ثلاث: تعني الحرب، والإصلاح بين الناس، وحديث الرجل امرأته، وحديث المرأة زوجها.
“Belum pernah aku dengar, kalimat (bohong) yang diberi keringanan untuk diucapkan manusia selain dalam 3 hal: Ketika perang, dalam rangka mendamaikan antar-sesama, dan suami berbohong kepada istrinya atau istri berbohong pada suaminya (jika untuk kebaikan).” (HR. Muslim)

Jadi,kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam :

1. pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.

2. Kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya.

3. ketiga, yaitu bohongnya suami kepada istri atau sebaliknya dengan tujuan untuk menampakkan rasa sayang berupa pujian atau gombalan, atau berjanji yang tidak wajib.


2. Maaf


Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Quran menjelaskan: Kata maaf berasal dari bahasa Al-Quran alafwu yang berarti “menghapus”, yaitu yang memaafkan menghapus bekas-bekas luka di hatinya. Bukanlah memaafkan namanya, apabila masih ada tersisa bekas luka itu didalam hati, bila masih ada dendam yang membara. Boleh jadi, ketika itu apa yang dilakukan masih dalam tahap “masih menahan amarah”. Usahakanlah untuk menghilangkan noda-noda itu, sebab dengan begitu kita baru boleh dikatakan telah memaafkan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat:
خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ
Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).
Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”
Agar kita mudah memaafkan orang lain adalah dengan tidak selalu memikirkan kesalahannya kepada kita, melainkan kita juga harus sesekali memikirkan kebaikan yang pernah dia lakukan kepada kita walaupun hanya satu kali. Memaafkan lahir dan batin memang sulit untuk di lakukan bagi seorang manusia normal yang sudah tersakiti hatinya, oleh sebab itu Allah Swt mengistimewakan orang – orang  yang memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia di sisi Allah Swt. Karena memaafkan adalah perbuatan yang berat untuk dilakukan.
Dalam Islam, mampu memaafkan kesalahan orang lain merupakan salah satu ciri orang yang bertaqwa (muttaqin). Allah berfirman :

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali ‘Imran : 134).

Yang perlu kita ingat bahwa meminta maaf tidak lantas membuat kita hina, dan memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita adalah perbuatan yang mulia.

Mungkin cukup sekian Yang dapat disampaikan, mohon maaf apabila ada kesalahan semoga ada manfaatnya untuk kita semua.


RABU, 22 APRIL 2020

Jujur dan Memaafkan

Nama                           : Rinawati

NIM                            : 1920.04.007

Prodi/Semester            : MPI/2

Mata Kuliah                : B.Arab Pendidikan

Dosen Pengampu        : Muzhir Ihsan, M.Pd


Resume Mata Kuliah Bahasa Arab Pendidikan

JUJUR & MEMAAFKAN

1.      JUJUR

Kejujuran adalah suatu sikap yang harus dimiliki dan menjadi pegangan bagi kita khususnya umat islam dalam menjalani kehidupan. Bersikap atau berkata jujur adalah mengatakan atau melakukan sesuatu dengan apa adanya sesuai fakta yang ada. Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan akan menjadi karakter, begitu pula sebaliknya orang akan sulit untuk jujur jika tidak terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri.

Jujur adalah sikap yang sangat mulia dalam islam yang menjadi salah satu dari 4 sifat wajib para rasul Allah SWT. Jujur ini dinamakan juga dengan siddiq dan disebut sebagai induknya perilaku terpuji sebab membawa pada kebaikan yang satu dan kebaikan lainnya.

Kejujuran adalah sifat yang mahal dan sedikit orang yang Allah karuniakan untuk memiliki sifat jujur, hal ini sudah tertulis dalam Al quran bahwa orang yang jujur akan Allah tempatkan di tempat yang terbaik, sebab itulah tidak heran jika syetan selalu menggoda manusia untuk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untuk dirinya sendiri.

a.   Jujur Kepada Allah

Jujur kepada Allah itu kita melakukan perbuatan ibadah yang ikhlas kepada Allah tanpa ada unsur riya’,semua perbuatan yang kita lakukan semata – mata hanya untuk Allah untuk mencapai keridhoaannya, selanjutnya melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan berkata tanpa berdusta itu sudah termasuk sifat jujur kepada Allah.

b. Jujur Kepada Diri Sendiri

Jujur kepada diri sendiri yaitu menghilangkan segala bentuk penolakan yang membuat kita jauh pada kebenaran mengenai diri kita, tidak membohongi diri sendiri,tidak memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh saat kita melakukan ujian sekolah , jika kita tidak bisa menjawabnya lebih baik menjawab dengan kemampuan diri kita sendiri dan tidak mencontek,.

Jujur terhadap diri sendiri adalah mau menerima keadaan apapun yang terjadi meskipun hasilnya terasa menyakitkan, akan tetapi walau bagaimanapun jika orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkannya apapun resiko yang akan dialaminya.

Cara kita menanamkan sikap jujur terhadap diri sendiri yaitu dengan membiasakannya dikehidupan kita sehari –hari agar tertanam menjadi sebuah karakter yang baik dan tidak memaksakan kehendak yang jelas-jelas kita mengetahui bahwa diri tidak mampu melakukannya, mengakui kesalahan yang telah diperbuat dan mengevaluasinya, serta percaya pada kemampuan yang dimiliki oleh kita.

c. Jujur Kepada Orang Lain

Memberi kesaksian yang benar apabila diminta pengadilan. Misalnya, jika memberi kabar berita sesuai dengan kenyataan , jangan diberi bumbu – bumbu  penyedap hanya untuk menyenangkan hati orang , jika kenyataannya si A tidak pandai , ya kita katakan sejujurnya.

Bersikap jujur adalah termasuk perbuatan terpuji yang bisa mengantarkan pada syurga, sebaliknya bersikap tidak jujur atau berbohong adalah termasuk perbuatan tercela dan mengantarkan kepada neraka karena berdosa. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah Saw bersabda yang artinya :

“Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka”. [Hadits: Mutafaqun Alaih]



Kata bohong adalah kata negatif yang tidak boleh dilakukan, namun ada pengecualian apabila kita dalam terdesak dan untuk kebaikan diperbolehkan untuk berbohong hanya untk kebaikan, Allah swt sendiri yang akan akan menjadikan kebohongan itu menjadi kebaikan. Kebohongan dalam Islam hakikatnya tetap tidak diperbolehkan. Namun ternyata ada juga kebohongan yang diperbolehkan dengan memenuhi syarat – syaratnya. Kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam :

1. pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.

2. Kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya.

3. ketiga, yaitu bohongnya suami kepada istri atau sebaliknya dengan tujuan untuk menampakkan rasa sayang berupa pujian atau gombalan, atau berjanji yang tidak wajib.



2.      MAAF (Memaafkan)

Pemaaf adalah sifat yang sangat terpuji yang Allah sifatkan kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Karena beratnya amalan ini, sehingga Allah Swt. Berfirman :

(133)  السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

(144)الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَالْغَيْظَوَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ   ۗ وَاللَّـهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” ( Al – Imran :133-134)


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al A’raf : 199)

Ketika turun Surah Al A’raf : 199, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu “

Namun, Sudah jamak dalam kehidupan kita, meminta maaf dan memaafkan adalah pekerjaan yang maha berat bagi kita yang imannya masih naik turun. Meski sudah menyadari kesalahan namun meminta maaf kepada mereka yang telah didzalimi dan disakiti bukan perkara yang mudah. Ada semacam ego atau gengsi yang mencegah seseorang untuk mengatakan, “Aku minta maaf, aku telah bersalah.”

Agar kita mudah memaafkan orang lain adalah dengan tidak selalu memikirkan kesalahannya kepada kita, melainkan kita juga harus sesekali memikirkan kebaikan yang pernah dia lakukan kepada kita walaupun hanya satu kali. Memaafkan lahir dan batin memang sulit untuk di lakukan bagi seorang manusia normal yang sudah tersakiti hatinya, oleh sebab itu Allah Swt mengistimewakan orang – orang  yang memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia di sisi Allah Swt. Karena memaafkan adalah perbuatan yang berat untuk dilakukan.

Yang perlu kita ingat bahwa meminta maaf tidak lantas membuat kita hina, dan memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita adalah perbuatan yang mulia.

الاعتـــراف بالجميل (pengakuan keindahan)
April 22, 2020

REKAP MATERI DAN HASIL TANYA JAWAB

DISKUSI BAHASA ARAB MENGENAI

"  الاعتـــراف بالجميل " Pengakuan keindahan


Hari/tanggal   : Kamis, 15 April 2020

Pukul                : 11.00 - 12.30 WIB

Nama          : Neneng Wahidatul Asna (1920. 04. 011)


A. MATERI

الاعتـــراف بالجميل

كان الخليفة المنصور يتطّلع إلى الإحاطة بأمور الناس عموما, وإلى معرفة أحوال بني أمية خصوصا. فبلغه أن من مشايخ أهل الشّام, شيخا معروفا, وكان بطانة لهشام بن عبد الملك بن مروان. فأرسل إليه المنصور, وأحضره بين يديه, وسأله عن تدبير هشام في حروبه مع الخوارج. فوصف له الشيخ ما دبّر وقال:" فعل رحمه الله كذا وكذا". فقال له المنصور: "قم عنّي! تطأ بساطي وتترحّم على عدوّي!" فقال الرّجل وهو مولّ يريد الخروج: "إن نعمة عدوّك لقلادة في عنقي, لا ينزعها إلاّ غاسل". فلمّا سمعه المنصور قال: "ردّوه". فلمّا رجع قال: "يأمير المؤمنين, إن أكثر النّاس لؤما, من لم يجعل دعاءه لمن أحسن إليه, وثناءه عليه, وحمده لمعروفه عنده وفاء له, ولو أمكنني القدر, وأقدرني القضاء, على الوفاء لهشام بأكثر من ذلك, لوجدني أمير المؤمنين وافيا له به". فقال له المنصور: "ارجع يا شيخ إلى تمام حديثك". ثمّ أقبل المنصور على حديثه إلى أن فرغ, فدعا المنصور بمال وكسوة وقال: "خذ هذا صلة منّا لك". قأخذ ذلك وقال: "والله يا أمير المؤمنين مابي من حاجة. ولقد مات عنيّ من كنت في ذكره, فما أحوجني إلى وقوفي على باب أحد بعده. ولولا جلال أمير المؤمنين, ولزوم طاعته, وإيثار أمره, لما لبست نعمة أحد بعده". فقال المنصور: "لله أنت! لولم يكن لقومه غيرك, لكنت أبقيت لهم ذكرا مخلّدا, ومجدا باقيا, بوفائك لمن أحسن إليك".

Terjemahan

Dia adalah khalifah al manshur, menanti untuk mengetahui hal-hal orang pada umumnya, dan untuk mengetahui kondisi bani umayyah pada khususnya. Dia memberitahunya bahwa salah satu syekh dari orang-orang Levant, seorang syekh yang dikenal, itu adalah  Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Jadi dia mengirim Al-Mansur kepadanya, membawanya di tangannya, dan bertanya kepadanya tentang pengaturan Hicham dalam perangnya dengan orang-orang Khawarij.

Kemudian Syekh menjelaskan kepadanya apa yang dia rencanakan dan katakan: "Dia memang Tuhan mengampuni ini dan itu. Al-Mansur berkata kepadanya: "Bangkitlah tentang aku! Tapak permadani dan perlihatkan belas kasihan kepada musuhku!" Lalu pria itu berkata, sementara dia ingin pergi, "Rahmat musuhmu adalah kalung di leherku yang hanya bisa dilepas oleh pita.

" Ketika Al-Mansur mendengarnya, dia berkata, "Tanggapi dia." Ketika dia kembali, dia berkata: “Komandan orang-orang beriman, orang-orang yang paling kejam, siapa pun yang tidak melakukan permohonannya kepada orang yang telah mengalahkannya, memuji dia, dan memuji dia atas bantuannya untuk memenuhinya, dan jika nasib memungkinkan saya, dan pengadilan dapat membantu saya untuk memenuhi Hisyam lebih dari itu, jika Panglima Setia menganggapnya loyal kepada dia. ". Al-Mansur berkata kepadanya: "Kembalilah, Sheikh, untuk pidatonya.

Kemudian Al-Mansur menerima pidatonya sampai selesai, jadi dia memanggil Al-Mansour dengan uang dan pakaian dan berkata: "Ambil tautan ini dari kami untuk Anda." Dia mengambilnya dan berkata: "Demi Tuhan, Panglima Setia, tidak perlu. Siapa pun yang saya ingat meninggal karena saya,Saya tidak perlu berdiri di pintu satu setelah dia  Tanpa keagungan Panglima Setia, kepatuhannya diperlukan, dan untuk mematuhinya,Dan untuk memberikan perintahnya, ketika seseorang memakai berkah untuknya. "Al-Mansur berkata: "Ya Tuhan! Dan jika bangsanya tidak memiliki siapa pun selain kamu, aku akan menyimpan kenangan abadi untuk mereka, dan kemuliaan akan tetap ada, dengan bertemu denganmu siapa pun yang baik kepadamu".

B. HADIST MENGENAI KEJUJURAN

Jujur adalah suatu sikap lurus hati, menyatakan sesuatu yang sebenar - benarnya tidak berbohong atau berkata hal- hal yang menyalahi apa yang terjadi jujur merupakan ungkapan sesuai dengan fakta. Jujur dapat pula diartikan sebagai kesesuian antara niat, ucapan dan perbuatan.

Di dalam hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنَّ الصِّدقَ يَهْدِي إِلَى البرِّ ، وإنَّ البر يَهدِي إِلَى الجَنَّةِ ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَصدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقاً . وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهدِي إِلَى النَّارِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكتَبَ عِنْدَ الله كَذَّاباً

“Sesungguhnya ash shidq (kejujuran) itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke surga dan sesungguhnya seorang bermaksud untuk jujur sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menunjukkan kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu menunjukkan kepada neraka. Sesungguhnya seorang itu bermaksud untuk berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang suka berdusta.” (Muttafaq ‘alaih).

C. AYAT AL- QURAN MENGENAI MAAF

Allah Subhanahu wa Ta’ ala berfirman di dalam Al-quran surat Al- A'raf ayat 199 yang berbunyi:

خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ

Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).

Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”

D. TANYA JAWAB

1. Siti Ulfatul Hasanah

Pertanyaan :

Jujur itu merupakan suatu sikap yg harus kita pegang dan harus kita punya berikan salah satu contoh perilaku yang berkaitan dengan jujur kepada Allah?

Jawaban :

Berkata jujur yaitu apa adanya sesuai fakta, kalo jujur kepada Allah itu kita melakukan perbuatan ibadah yang ikhlas kepada Allah tanpa ada unsur riya,semua perbuatan yang kita lakukan semata- mata hanya untuk Allah untuk mencapai keridhoaannya, selanjutnya melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan salah satu sikap kita berkata jujur tanpa berdusta itu udah termasuk jujur kepada Allah.

Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa  dan menjadi sebuah kebiasaan dan karakter, begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kalau tidak terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yang sudah terbiasa makan ditempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kalau yang dilakukan sudah menjadi kebiasaan

2. Rinawati

Pertanyaan :

Apa yang dimaksud jujur kepada diri sendiri dan bagaimana cara menanamkan nya terhadap diri kita sendiri ?

Jawaban :

Yang dimaksud jujur kepada diri sendiri yaitu menghilangkan segala bentuk penolakan yang membuat kita jauh pada kebenaran mengenai diri kita, tidak membohongi diri sendiri,tidak memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu ,sebagai contoh saat kita melakukan ujian sekolah , jika kita tidak bisa menjawabnya lebih baik menjawab dengan kemampuan diri kita sendiri dan tidak mencontek. cara kita menanamkan sikap jujur terhadap diri sendiri yaitu dengan tidak memaksakan kehendak yang jelas- jelas kita mengetahui bahwa diri tidak mampu melakukannya, mengakui kesalahan yg telah diperbuat dan mengevaluasinya, dan percaya pada kemampuan yg dimiliki.

 jujur terhadap diri sendiri adalah mau untuk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya dan cara menanamkannya dengan pembiasaan sikap

2.  Kikih Jakiah Darojah

Pertanyaan :

"Jadilah engkau pemaaf ." Bagaimanakah caranya agar menjadi pribadi yang mudah memaafkan, dan bagaimana jadinya ketika kita memberi maaf hanya sebatas dalam ucapan tapi hati tidak?

Jawaban :

Agar kita mudah memaafkan kan orang adalah dengan cara kita jangan selalu pikirkan kesalahannya kepada kita melainkan kita juga harus sesekali memikirkan kebaikan yang perna dia buat kepada kita walaupun hanya satu kali. Memaafkan lahir dan batin memang sulit untk di lakukan bagi seorang manusia normal yang sdh tersakiti hatinya, makanya Allah swt meng istimewa orang-orang yang memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yang paling mulia d sisi Allah swt.

3. Muhammad Aldi Muhibin

Pertanyaan:

Apa saja bohong yang di perbolehkan dan di nukil dari mana pendapat tersebut?

Jawaban :

Kebohongan itu tidak diperbolehkan tetapi dalam islam memang ada kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam :

Pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.

Kondisi kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya,

Kondisi ketiga, yaitu bohongnya suami kepada istri atau sebaliknya dengan tujuan untuk menampakkan rasa sayang berupa pujian atau gombalan, atau berjanji yang tidak wajib. misalnya kang aldi nanti di buatin kopi sama istrinya, terus ternyata kopi itu pait, tpi kang aldi berbohong dengan mengatakan bahwa kopi itu enak dan manis. Kebolehan berbohong di antara suami-istri ini menjadi haram apabila bersangkutan dengan kewajiban keduanya dalam menjalankan fungsi dan perannya di dalam rumah tangga. Berbohong tidak punya uang padahal uangnya dipakai untuk berjudi misalnya.

4.  Neneng Wahidatul Asna

Pertanyaan :

Seribu kebaikan akan tertutup hanya dengan satu keburukan hal itu bisa dikatakan sebagian besar adanya, terkadang menghapus satu keburukan yang dilakukan kepada orang lain itu sulit dihilangkan meskipun sudah ada kata maaf, bagaimanakah mendapatkan suatu kata maaf yang benar- benar tulus dari orang lain yang sehingga rasa bersalah yang dirasakan didalam benak hati itu berkurang?

Jawaban :

Untuk menyikapi hal tersebut tugas kita hanya meminta maaf dengan setulusnya dan benar benar dari hati melainkan bukan hanya dari ucapan saja, Karena jika kita kita tulus dari hati maka akan sampai juga ke hati.

memang kebaikan yg dilakukan akan mudah di lupakan orang tapi tidak untuk Allah swt, makanya kita sebagai orang islam di wajibkan dalam hal apapun untuk melakukan kebaikan hanya untk Allah swt begitu pula sebaliknya keburukan kita sebagai manusia selalu akan di ingat oleh orang lain, makanya kita d minta oleh Allah untuk selalu istighfar dan bertaubat agar Allah swt menghapus keburukan kita dan menjadikan seluruh amal yg kita lakukan menjadi pahala untuk kita

5. Siti Indah Cahyaningrum

Pertanyaan:

Bagaimana cara kita menyebarkan kebiasaan bersikap jujur kepada orang lain di zaman sekarang yang menganggap kalau kejujuran itu sesuatu yang diragukan?

Jawaban :

Sebenarnya sikap jujur ini terdapat pada diri kita, maka ambil dulu nilai pada diri kita ingin dia percaya atau tidak itu masalah yg dia miliki tapi memang kita harus menanamkan sifat jujur pada diri sendiri stlah itu baru nanti ada penilaian orang lain yang melihat ucapan ucapan yg kita lontarkan akan kebenarannya.intinya ambil saja dulu kejujuran tanamkan sifat itu pada diri kita lalu baru pasti akan ada timbul kepercayaan hingga tidak ada keraguan lagi.

kenapa orang di zaman sekarang selalu mengedepankan suudzon dari pada kepercayaan, karena yang mereka lihat dan mereka rasakan adalah ketidak percayaan terhadap apa yang ada di sekitarnya, sehingga bawaannya adalah suudzon ke setiap orang makanya Allah swt mengingatkan dalam Alquran bahwa apapun kabar atau berita yg datang harus di klarifikasi terlebih dahulu dan bisa di pertanggung jawabkan kebenaran nya

6. Wardatul Musyaropah

Pertanyaan :

Bagaimana  mernurut anda jika ada seseorang yang berbuat salah pada kita tetapi dia tidak mau meminta maaf, bahkan tidak jujur pada dirinya sendiri?

Jawaban :

Kejujuran adalah sifat yang mahal dan sedikit orang yang Allah karunia kan untuk memiliki sifat jujur, dan tertulis juga dalam Alquran bahwa orang yang jujur akan Allah tempatkan di tempat yang terbaik, makanya syaitan selalu menggoda manusia untuk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, sikap kita untk terus mendoakan yang terbaik dan tidak berhenti untuk berdoa meminta yang terbaik dari Allah swt, karena Allah swt yang maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt.

Sikap kita menghadapi orang  tersebut yaitu dengan memaafkan orang tersebut meskipun dia tidak meminta maaf kepada kita, seperti yang terdapat dalam surat Al-a'raf ayat 199 yang Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).



Sekian dan terimakasih mudah-mudahan bermanfaat.



April 23, 2020

Riska isfani

MEMAAFKAN

ALKISAH Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam ketika beliau pergi ke Thaif untuk berdakwah. Alih-alih berharap penduduk menerima dakwah beliau, tapi sikap kurang ajar justru ditunjukkan kepada kekasih Allah Subhanahu Wata’ala ini.

Mereka justru mencemooh bahkan menyuruh anak-anak kecil melempari Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam yang saat itu ditemani Zaid bin Haritsah.

Tentu saja hal itu menambah kesedihan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Di saat sulit seperti itu tiba-tiba datang Malaikat Jibril bersama malaikat penjaga gunung. Jibril berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

“Sesungguhnya Allah telah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu dan penolakan mereka kepadamu.Dan Allah juga telah mengutus kepada malaikat penjaga gunung untuk melakukan apa saja yang engkau kehendaki!”. Maka Malaikat penjaga gunung pun berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam., “Wahai Muhammad, kalau engkau berkenan aku akan menimpakan Al-Akhbasain (dua gunung besar yang ada di Makkah, yaitu gunung Abu Qubais dan Gunung Al-Ahmar) kepada mereka.”

Namun tak disangka, jawaban Nabiullah Muhammad justru sebaliknya;

لَا بَلْ أَرْجُوْ أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ، وَلَا يُشْرِكُ ِبهِ شَيْئًا

“Tidak, bahkan aku berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun juga.”[HR. Muslim]

***

Begitulah pribadi Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam, tauladan umat Islam sedunia.

Betapa besar kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam kepada umatnya. Bayangkan jika yang menemani itu adalah kita, betapa sakit dan marahnya perasaaan Zaid bin Haritsah ketika Nabi dicerca dan dilempari batu oleh penduduk Thaif?

Untungnya yang menjadi Rasul adalah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Coba seandainya kita, mungkin sudah memerintahkan malaikat mengangkat gunung.

Itulah gambaran sifat pemaafnya Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wassallam, meski beliau disakiti dan dianiaya oleh umatnya sendiri.

Amalan Berat

Pemaaf adalah sifat yang sangat terpuji yang Allah sifatkan kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Karena beratnya amalan ini, sehingga Allah Subhanahu Wata’ala mengutip secara khusus dalam Surat Ali Imron ayat 133-134;

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾ الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّـهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٣٤

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Sudah jamak dalam kehidupan kita, meminta maaf dan memaafkan adalah pekerjaan yang maha berat. Meski sudah menyadari kesalahan namun meminta maaf kepada mereka yang telah didzalimi dan disakiti bukan perkara yang mudah.

Ada semacam ego atau gengsi yang mencegah seseorang untuk mengatakan, “Aku minta maaf, aku telah bersalah.”

Terkadang orang lebih suka melakukan apa pun yang lebih sulit daripada meminta maaf. Dan ini merupakan salah satu bentuk kesombongan karena ia merasa sedemikian mulia sehingga malu dan tidak bersedia untuk minta maaf.

Sebaliknya, meski bisa menahan sakit akibat kedzaliman orang lain, memberi maaf juga bukan perkara yang mudah. Ada semacam rasa sakit yang tergores yang seakan-akan tidak bisa lepas dari ingatan dan akan senantiasa membekas.

Padahal Islam mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang berlapang dada dan pemaaf.

Sebagaimana yang pernah disinggung oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bahwa manusia adalah tempat salah dan dosa. Memberi maaf orang atas kesalahan yang mungkin tidak disengajanya termasuk keutamaan tersendiri bagi orang yang tersakiti. Rasululllah bersabda,

ثَلَاثٌ أُقْسِمُ عَلَيْهِنَّ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْداً بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Ada tiga golongan yang berani bersumpah untuknya, tidaklah berkurang harta karena shodaqoh, dan tidaklah menambah bagi seorang pemaaf melainkan kemulyaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu’ (rendah hati) melainkan akan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR.Tirmidzi)

Rasulullah juga menjelaskan bahwa balasan bagi orang yang memaafkan kesalahan orang lain adalah Surga. Beliau bersabda dalam hadits Ibnu Abbas;

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يُنَادِي مُنَادٍ فَيَقُولُ : أَيْنَ الْعَافُونَ عَنِ النَّاسِ ؟ هَلُمُّوا إِلَى رَبِّكُمْ خُذُوا أُجُورَكُمْ ، وَحَقَّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِذَا عَفَا أَنْ يُدْخِلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ ” .

“Kelak pada hari kiamat, ada pemanggil yang menyeru, “Dimanakah orang-orang yang memaafkan orang lain? Kemarilah kepada Rabb kalian dan ambillah pahala kalian!” Dan wajib bagi setiap muslim bila suka memaafkan maka Allah masukkan dia ke dalam Surganya.”

Islam mengajarkan pada umatnya bahwa memberi maaf tak menunjukkan seseorang itu lemah karena tidak mampu membalas. Sebab memaafkan orang lain terutama seseorang mampu membalas merupakan kemuliaan karena ia belajar dari sifat-sifat Allah, yaitu Al-‘Afuwwu Al-Qoodiru (Yang Maha Memaafkan dan Maha Berkuasa).

Janji Allah, siapa yang memaafkan disaat dia mampu membalas, ia akan meraih Surga Allah.

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُشْرَفَ لَهُ الْبُنْيَانُ ، وَتُرْفَعَ لَهُ الدَّرَجَاتُ فَلْيَعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَهُ ، وَلْيُعْطِ مَنْ حَرَمَهُ ، وَلْيَصِلْ مَنْ قَطَعَهُ ”

“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangnan di Surga, hendaknya ia memafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya.” (HR. Thabrani).



April 23, 2020

Nama : Siti Indah Cahyaningrum

NIM : 1920.04.003

Prodi/Semester : MPI/2

Mata Kuliah : Bahasa Arab Pendidikan

Dosen Pengampu : Muzhir Ihsan, M.Pd

REKAP MATERI DAN HASIL TANYA JAWAB

DISKUSI BAHASA ARAB PENDIDIKAN

MENGENAI الاعتـــراف بالجميل (Pengakuan keindahan)

A.    MATERI

الاعتـــراف بالجميل

كان الخليفة المنصور يتطّلع إلى الإحاطة بأمور الناس عموما, وإلى معرفة أحوال بني أمية خصوصا. فبلغه أن من مشايخ أهل الشّام, شيخا معروفا, وكان بطانة لهشام بن عبد الملك بن مروان. فأرسل إليه المنصور, وأحضره بين يديه, وسأله عن تدبير هشام في حروبه مع الخوارج. فوصف له الشيخ ما دبّر وقال:" فعل رحمه الله كذا وكذا". فقال له المنصور: "قم عنّي! تطأ بساطي وتترحّم على عدوّي!" فقال الرّجل وهو مولّ يريد الخروج: "إن نعمة عدوّك لقلادة في عنقي, لا ينزعها إلاّ غاسل". فلمّا سمعه المنصور قال: "ردّوه". فلمّا رجع قال: "يأمير المؤمنين, إن أكثر النّاس لؤما, من لم يجعل دعاءه لمن أحسن إليه, وثناءه عليه, وحمده لمعروفه عنده وفاء له, ولو أمكنني القدر, وأقدرني القضاء, على الوفاء لهشام بأكثر من ذلك, لوجدني أمير المؤمنين وافيا له به". فقال له المنصور: "ارجع يا شيخ إلى تمام حديثك". ثمّ أقبل المنصور على حديثه إلى أن فرغ, فدعا المنصور بمال وكسوة وقال: "خذ هذا صلة منّا لك". قأخذ ذلك وقال: "والله يا أمير المؤمنين مابي من حاجة. ولقد مات عنيّ من كنت في ذكره, فما أحوجني إلى وقوفي على باب أحد بعده. ولولا جلال أمير المؤمنين, ولزوم طاعته, وإيثار أمره, لما لبست نعمة أحد بعده". فقال المنصور: "لله أنت! لولم يكن لقومه غيرك, لكنت أبقيت لهم ذكرا مخلّدا, ومجدا باقيا, بوفائك لمن أحسن إليك".

B.     TERJEMAHAN

Dia adalah khalifah al manshur,menanti untuk mengetahui hal-hal orang pada umumnya,, dan untuk mengetahui kondisibani umayyah pada khususnya. Dia memberitahunya bahwa salah satu syekh dari orang-orang Levant, seorang syekh yang dikenal, itu adalah  Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Jadi dia mengirim Al-Mansur kepadanya, membawanya di tangannya, dan bertanya kepadanya tentang pengaturan Hicham dalam perangnya dengan orang-orang Khawarij. Kemudian Syekh menjelaskan kepadanya apa yang dia rencanakan dan katakan: "Dia memang Tuhan mengampuni ini dan itu. Al-Mansur berkata kepadanya: "Bangkitlah tentang aku! Tapak permadani dan perlihatkan belas kasihan kepada musuhku!" Lalu pria itu berkata, sementara dia ingin pergi, "Rahmat musuhmu adalah kalung di leherku yang hanya bisa dilepas oleh pita.." Ketika Al-Mansur mendengarnya, dia berkata, "Tanggapi dia." Ketika dia kembali, dia berkata: “Komandan orang-orang beriman, orang-orang yang paling kejam, siapa pun yang tidak melakukan permohonannya kepada orang yang telah mengalahkannya, memuji dia, dan memuji dia atas bantuannya untuk memenuhinya, dan jika nasib memungkinkan saya, dan pengadilan dapat membantu saya untuk memenuhi Hisyam lebih dari itu, jika Panglima Setia menganggapnya loyal kepada dia. ". Al-Mansur berkata kepadanya: "Kembalilah, Sheikh, untuk pidatonya. ." Ketika Al-Mansur mendengarnya, dia berkata, "Tanggapi dia." Ketika dia kembali, dia berkata: “Komandan orang-orang beriman, orang-orang yang paling kejam, siapa pun yang tidak melakukan permohonannya kepada orang yang telah mengalahkannya, memuji dia, dan memuji dia atas bantuannya untuk memenuhinya, dan jika nasib memungkinkan saya, dan pengadilan dapat membantu saya untuk memenuhi Hisyam lebih dari itu, jika Panglima Setia menganggapnya loyal kepada dia. ". Al-Mansur berkata kepadanya: "Kembalilah, Sheikh, untuk pidatonya.

C.     HADITS DAN AYAT AL-QUR’AN MENGENAI KEJUJURAN DAN MAAF

·         Hadits nabi membawa pesan nabi salallohu alaihi wasalam tentang kejujuran adalah:

عليكم بصدق٫ فإنما الصدق يهدى إلى بّر٫ إنّ برّ يهدى إلى الجنّة٫ وإنّ كذب يهدى فجور فإنّ فجور يهدى إلي النار
[رواه متفقٌ عليه]

Artinya :

Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih].

·         Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat:

خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ

Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).
Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”

D.    HASIL TANYA JAWAB

·         Ulfatul Hasanah

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr wb .. Saya Siti Ulfatul Hasanah,mohon izin bertanya. Tadi kata th Risa , bahwa jujur itu merupakan suatu sikap yg harus kita pegang dan harus kita punya . Nah bagi th Risa ataupun kang Alwi sendiri,contoh prilaku  yg pernah kalian alami ataupun kalian lihat yang berkaitan dengan jujur kepada Allah itu seperti Apa yaa ? Terimakasih

Jawaban:

= waalaikumsalam wr.wb. baiklah disini saya akan menjawab pertanyaan dri teh ulfah,, tentang perilaku jujur yang saya alami yaitu berkata jujur yaitu apa adanya sesuai fakta, . kalo jujur kepada Allah itu kita melakukan perbuatan ibadah yang ikhlas kepada Allah tanpa ada unsur riya,semua perbuatan yang kita lakukan semata" hanya untuk Allah untuk mencapai keridhoaannya, selanjutnya melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan salah satu sikap kita berkata jujur tanpa berdusta itu udah termasuk jujur kepada Allah..  mungkin hanya ini jawaban dari risa

= Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa  dan menjadi sebuah kebiasaan fan karakter,begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kl tdk terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yg terbiasa makan d tempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kl yg dilakukan sdh menjadi kebiasaan.

·         Rinawati

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb Saya Rinawati, Izin bertanya, Apa yang dimaksud jujur kepada diri sendiri ? Dan bagaimana cara menanamkan nya thd diri kita sendiri ? Terimakasih.

Jawaban:

= baiklah disini risa mau jawab pertanyaan dari teh rina, yang dimaksud jujur kepada diri sendiri yaitu menghilangkan segala bentuk penolakan yang membuat kita jauh pada kebenaran mengenai diri kita, tidak membohongi diri sendiri,tidak memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu ,sebagai contoh saat kita melakukan ujian sekolah , jika kita tidak bisa menjawabnya lebih baik menjawab dengan kemampuan diri kita sendiri dan tidak mencontek,. cara kita menanamkan sikap jujur terhadap diri sendiri yaitu dengantidak memaksakan kehendak yg jelas-jelas kita mengetahui bahwa diri tidak mampu melakukannya, mengakui kesalahan yg telah diperbuat dan mengevaluasinya, dan percaya pada kemampuan yg dimiliki . mungkin hanya itu yang bisa risa jawab teh

= Pak Ihsan Kaprodi (DDM): jujur terhadap diri sendiri adlah mau untk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya dan cara menanamkannya dengan pembiasaan sikap.

·         Kikih Jakiah Darojah

Pertanyaan:

Assalamualaikum wrwb . .

Saya kikih jakiah darojah mohon izin bertanya, :"Jadilah engkau pemaaf." Bagaimanakah caranya agar menjadi pribadi yang mudah

memaafkan, dan bagaimana jadinya ketika kita memberi maaf hanya sebatas dalam ucapan tapi hati tidak...

Jawaban:

= Ok baik saya akan menjawab pertanyaan dari teh kikih denga. Pengalaman pribadi saya... Agar kita mudah memaafkan kan orang adalah dengan cara kita jangan selalu pikirkan kesalahannya kepada kita melainkan kita juga harus sesekali memikirkan kebaikan yang perna dia buat kepada kita walaupun hanya satu kali... Nah hal itulah yang saya rasa perna terjadi dalam hidup saya dan saya rasa berhasil😁 moho. Maaf jika penjelasan atau jawabannya kurang memuaskan bisa kita diskusikan kembali

= Memaafkan lahir dan batin memang sulit untk di lakukan bagi seorang manusia normal yg sdh tersakiti hatinya, makanya Allah swt meng istimewa orang2 yg memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia d sisi Allah swt

·         Muhammad Aldi Muhibbin

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

Ana muhammad aldi muhibbin mau nanya apa saja bohong yang di perbolehkan dan di nukil dari mana pendapat tsbt.

Jawaban:

= waalaikumsalam..kebohongan itu tidak diperbolehkan tetap dalam islam memang ada. kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam : pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan. Kondisi kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya, Kondisi ketiga, yaitu bohongnya suami kepada istri atau sebaliknya dengan tujuan untuk menampakkan rasa sayang berupa pujian atau gombalan, atau berjanji yang tidak wajib. misalnya kang aldi nanti di buatin kopi sama istrinya,terus ternyata kopi itu pait, tpi kang aldi berbohong dengan mengatakan bahwa kopi itu enak dan manis.wkwk Kebolehan berbohong di antara suami-istri ini menjadi haram apabila bersangkutan dengan kewajiban keduanya dalam menjalankan fungsi dan perannya di dalam rumah tangga. Berbohong tidak punya uang padahal uangnya dipakai untuk berjudi misalnya.

= kata bohong adalah kata negatif yg tdk boleh d lakukan hanya ada pengecualian apabila kita dalam terdesak dan untk kebaikan d perbolehkan untk berbohong hanya untk kebaikan, Allah swt sendiri yg akan akan menjadikan kebohongan itu menjadi kebaikan

·         Neneng Wahidatul Asna

Pertanyaan:

Assalamualaikum saya Neneng Wahidatul Asna izin bertanya, seribu kebaikan akan tertutup hanya dengan satu keburukan hal itu bisa dikatakan sebagian besar adanya, terkadang menghapus satu keburukan yang dilakukan kepada orang lain itu sulit dihilangkan meskipun sudah ada kata maaf, bagaimanakah mendapatkan suatu kata maaf yang benar-benar tulus dari orang lain yang sehingga rasa bersalah yang dirasakan didalam benak hati itu berkurang?

Jawaban:

= Baik saya akan menjawab pertanyaan dari teh neneng... Untuk menyikapi hal tersebut tugas kita hanya meminta maaf dengan setulusnya dan benar benar dari hati melainkan bukan hanya dari ucapan saja... Karena jika kita kita tulus dari hati maka akan sampai juga ke hati😁mungkin segitu penjelasan dari saya... Saya yakin jawabannya kurang memeuaskan dab boleh kita diskusikan kembali

= memang kebaikan yg dilakukan akan mudah di lupakan orang tapi tdk untk Allah swt, makanya kita sebagai orang islam d wajibkan dalam hal apapun untk melakukan kebaikan hanya untk Allah swt begitu pula sebaliknya keburukan kita sebagai manusia selalu akan di ingat oleh orang lain, makanya kita d minta oleh Allah untk selalu istighfar dan bertaubat agar Allah swt menghapus keburukan kita dan menjadikan seluruh amal yg kita lakukan menjadi pahala untk kita

·         Siti Indah Cahyaningrum

Pertanyaan:

Assalamualaikum saya siti indah Cahyaningrum. Ijin bertanya, bagiamana cara kita menyebarkan kebiasaan bersikap jujur kepada orang lain di zaman sekarang yang menganggap kalau kejujuran itu sesuatu yang diragukan? Terimakasih

Jawaban:

= Waalaikumussalam punten mau jawab dikit dari teh indah sbenarnya sikap jujur ini terdapat pada diri kita,maka ambil dulu nilai pada diri kita ingin dia percaya atau tidak itu masalah yg dia miliki tapi memang kita harus menanamkan sifat jujur pada diri sendiri stlah itu baru nanti ada penilaian orang lain yang melihat ucapan ucapan yg kita lontarkan akan kebenarannya.intinya ambil saja dulu kejujuran tanamkan sifat itu pada diri kita lalu baru pasti akan ada timbul kepercayaan hingga tidak ada keraguan lagi.

= kenapa orang d zaman sekarang selalu mengedepankan suudzon dari pada kepercayaan, krn yg mereka lihat dan mereka rasakan adalah ketidak percayaan terhadap apa yang ada d sekitarnya, sehingga bawaannya adalah suudzon k setiap orang makanya Allah swt mengingatkan dalam Alquran bahwa apapun kabar atau berita yg datang harus d klarifikasi terlebih dahulu dan bisa d pertanggung jawabkan kebenaran nya.

·         Wardatul Musyaropah

Pertanyaan:

Asslamu'alaikum perkenalkan nama saya wardatul musyaropah saya izin bertanya nih, bagaimana  mrnurut anda jika ada seseorang yang berbuat salah pada kita tetapi dia tidak mau meminta maaf?,bahkan tidak jujur pada dirinya sendiri?..

Jawaban:

= Ok baik saya akan menjawab pertanyaan dari teh wardah... Seperti yang sudah saya katakan dalam video tadi... Sebaiknya kita maafkan yang yang salah kepada kita walaupun dia tidak meminta maaf dan jika bisa kita berikan dia nasihat dengan tidak menyinggung perasaannya... Mungkin sekian jawaban dari saya jika jawabanya kurang memuaskan bisa kita diskusikan kembali.

= Kejujuran adalah sifat yg mahal dan sedikit orang yg Allah karunia kan untk memiliki sifat jujur, dan tertulis jg dalam Alquran bahwa orang yg jujur akan Allah tempatkan d tempat yh terbaik, makanya syaitan selalu menggoda manusia untk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untk dirinya sendiri, sikap kita untk terus mendoakan yg terbaik dan tidak berhenti untk berdoa meminta yg terbaik dari Allah swt, krn Allah swt yg maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt.

= Waalaikumussalam. Punten mau jawab dikitt dari pertanyaan ini jadi di sini apabila ada orang yang punya salah lalu dia tak mengakui maka kita duku yang meminta maaf karena maaf ini sangat berperan baik dalam keseharian bahkan di ceritakan langsung ada seseorang yang ia sudah di catat namanya di syurga lalu seorang sahabat ini izin menginap karna ingin tahu amalan seperti apa yang ia kerjakan,setelah ia teliti shalat malam pun tidak dan pekerjaan pun layaknya orang biasa karna sahabat ini tidak tahu maka ia langsung saja bertanya orang yg di tunjuk ini, lalu di jawabnya saya tidak punya amalan apapun terkecuali di setiap malam ia memohon kepada allah untuk memaafkan segala kesalahan dirinya dan orang yang berbuat dzolim pada dirinya. Maka dapat disimpulkan mintalah maaf terlebih dahulu meski orang lain yang salah dan nanti iapun pasti akan mengerti sendiri atas apa kesalahan yg ia buat. Wallahu a'lam

= waalaikumsalam..sikap kita menghadapi orang  tersebut yaitu dengan memaafkan orang tersebut meskipun dia tidak meminta maaf kepada kita, seperti yang sudah disampaikan oleh kang alwi, yang terdapat dalam surat Al-a'raf ayat 7 yang Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199). dengan menyikapi orang seperti itu dengan cara kita memaafkan nya tanpa dia meminta maaf terjalinnya silaturahmi yang masih tetap berjalan. mungkin hanya ini aja jawabannya.

April 23, 2020

M. Hadad Alwi ridwanul Hakim


                      Pengakuan Keindahan

Pengakuan adalah sebuah keindahan dimana ketita kita telah mengakui sesuatu yang terjadi dengan apa adanya maka akan terasa indah hidup kita tanpa adanya beban apapun yang kita pikirkan. Pikiran kita dalam menjalani hidup akan indah seperti air yang mengalir. Tetapi pengakuan atau kejujuran bukanlah hal yang mudah di jalani padahal ajaran tersebut sudah di ajarkan kepada kita sejak kecil tetapi tidak sedikit pula orang yang tak mampu merealisakinannya pada kehidupan kita.

Kenapa demikian?

Berikut adalah sedikit penjelasan tentang kejujuran

-Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa  dan menjadi sebuah kebiasaan fan karakter,begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kl tdk terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yg terbiasa makan d tempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kl yg dilakukan sdh menjadi kebiasaan

jujur terhadap diri sendiri adlah mau untuk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya

Memaafkan lahir dan batin memang sulit untk di lakukan bagi seorang manusia normal yg sdh tersakiti hatinya, makanya Allah swt meng istimewa orang2 yg memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia d sisi Allah swt

kata bohong adalah kata negatif yg tdk boleh d lakukan hanya ada pengecualian apabila kita dalam terdesak dan untk kebaikan d perbolehkan untk berbohong hanya untk kebaikan, Allah swt sendiri yg akan akan menjadikan kebohongan itu menjadi kebaikan

memang kebaikan yg dilakukan akan mudah di lupakan orang tapi tdk untk Allah swt, makanya kita sebagai orang islam d wajibkan dalam hal apapun untk melakukan kebaikan hanya untk Allah swt begitu pula sebaliknya keburukan kita sebagai manusia selalu akan di ingat oleh orang lain, makanya kita d minta oleh Allah untk selalu istighfar dan bertaubat agar Allah swt menghapus keburukan kita dan menjadikan seluruh amal yg kita lakukan menjadi pahala untk kita

kenapa orang d zaman sekarang selalu mengedepankan suudzon dari pada kepercayaan, krn yg mereka lihat dan mereka rasakan adalah ketidak percayaan terhadap apa yang ada d sekitarnya, sehingga bawaannya adalah suudzon k setiap orang makanya Allah swt mengingatkan dalam Alquran bahwa apapun kabar atau berita yg datang harus d klarifikasi terlebih dahulu dan bisa d pertanggung jawabkan kebenaran nya

Kejujuran adalah sifat yg mahal dan sedikit orang yg Allah karunia kan untk memiliki sifat jujur, dan tertulis jg dalam Alquran bahwa orang yg jujur akan Allah tempatkan d tempat yh terbaik, makanya syaitan selalu menggoda manusia untk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untk dirinya sendiri, sikap kita untk terus mendoakan yg terbaik dan tidak berhenti untk berdoa meminta yg terbaik dari Allah swt, krn Allah swt yg maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt

Pengertian jujur secara umum merupakan sebuah aspek ciri serta moral manusia yang berbudi luhur yang mana seseorang dengan karakter tersebut pasti mempunyai kejujuran, integritas, adil, setia, tulus, serta bisa dipercaya oleh orang lain.

Adapun yang menyebutkan pengertian jujur ialah suatu bentuk kesesuaian sikap antara perkataan yang dilontarkan dengan perbuatan yang dikerjakan oleh seseorang.

Atau dengan sebutan lain, seseorang bisa disebut jujur pada saat ia mengucapkan sesuatu sesuai dengan apa yang terjadi. Serta bertindak sesuai dengan apa yang seharusnya.


April 23, 2020

Nama : Risa Apriani

Prodi  : MPI

NIM.  : 1920.04.013

Mata Kuliah : Bahasa Arab Kependidikan

Dosen Pengampu : Bapak. Muzhir Ihsan, M.    Tugas resume bahasa arab kependidikan

                               الاعت ـ راف بالجميل

                            Pengakuan keindahan

Sebuah kejujuran dan Memaafkan

A.Jujur

    Jujur, dalam Bahasa Arab dikenal dengan istilah ash shidqu atau shiddiq, memiliki arti nyata atau berkata benar. Artinya, kejujuran merupakan bentuk kesesuaian antara ucapan dan perbuatan atau antara informasi dan kenyataan. Lebih jauh lagi, kejujuran berarti bebas dari kecurangan, mengikuti aturan yang berlaku dan kelurusan hati.  Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa  dan menjadi sebuah kebiasaan fan karakter,begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kalo tdk terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh jseseorang yg terbiasa makan d tempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kalo yang dilakukan sudah menjadi kebiasaan.

Hadits nabi membawa pesan nabi salallohu alaihi wasalam tentang kejujuran adalah:

عليكم بصدق٫ فإنما الصدق يهدى إلى بّر٫ إنّ برّ يهدى إلى الجنّة٫ وإنّ كذب يهدى فجور فإنّ فجور يهدى إلي النار

[رواه متفقٌ عليه]
Artinya :

Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih].

1.  Jujur kepada Allah SWT
  Perilaku jujur yang berkaitan jujur kepada Allah SWT yaitu melakukan perbuatan ibadah yang ikhlas kepada Allah tanpa ada unsur riya,semua perbuatan yang kita lakukan semata-mata hanya untuk Allah untuk mencapai keridhoaannya, selanjutnya melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan salah satu sikap kita berkata jujur tanpa berdusta itu udah termasuk jujur kepada Allah.

2. Jujur kepada diri sendiri
      Jujur kepada diri sendiri yaitu menghilangkan segala bentuk penolakan yang membuat kita jauh pada kebenaran mengenai diri kita, tidak membohongi diri sendiri,tidak memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu,dan jujur terhadap diri sendiri adalah mau untuk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya sebagai contoh seperti saat kita melakukan ujian sekolah , jika kita tidak bisa menjawabnya lebih baik menjawab dengan kemampuan diri kita sendiri dan tidak mencontek,. cara kita menanamkan sikap jujur terhadap diri sendiri yaitu :
- Dengan tidak memaksakan kehendak yg jelas-jelas kita mengetahui bahwa diri tidak mampu melakukannya,
- Mengakui kesalahan yg telah diperbuat dan mengevaluasinya, dan
- Percaya pada kemampuan yang dimiliki.
3. Jujur terhadap orang lain
    Jujur terhadap orang lain yaitu berkata atau berbicara sesuai dengan kenyataan sebenarnya atau sesuai fakta, tidak berbicara atau berkata berbohong.

cara kita menyebarkan kebiasaan bersikap jujur kepada orang lain di zaman sekarang yang menganggap kalau kejujuran itu sesuatu yang diragukan. sikap jujur ini terdapat pada diri pribadi, maka dari itu nilai terlebih dahulu pada diri pribadi ingin orang lain percaya atau tidaknya itu masalah yang orang lain miliki, sehingga seharusnya menanamkan sifat jujur pada diri sendiri terlebih dahulu setelah itu ada penilaian orang lain yang melihat ucapan ucapan yg kita lontarkan akan kebenarannya.intinya tanamkan sifat kejujuran pada diri sendiri karena pasti akan ada timbul kepercayaan hingga tidak ada keraguan lagi.
   Lawan dari sikap jujur adalah berbohong. Beebohong adalah salah sayu sikap tercela dandikarang dalam islam, namun di dalam islam berbohong yang dipeebolehkam. Macam-macam kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam yaitu :

 1). Dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.
2). Kondisi kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya.
3). Kondisi ketiga, yaitu bohongnya suami kepada istri atau sebaliknya dengan tujuan untuk menampakkan rasa sayang berupa pujian atau gombalan, atau berjanji yang tidak wajib. misalnya seorang suami mencicipi kopi buatan istri, lalu suami mengatakan kopi tersebut manis padahal kenyataannya pahit, hal seperti ini diperbolehkan untuk menyenangkan hati istri. Kebolehan berbohong di antara suami-istri ini menjadi haram apabila bersangkutan dengan kewajiban keduanya dalam menjalankan fungsi dan perannya di dalam rumah tangga. Berbohong tidak punya uang padahal uangnya dipakai untuk berjudi misalnya.
B. Memaafkan
     Islam sebagai agama yang mengajarkan nilai-nilai humanisme dalam setiap kehidupan menekankan kepada umatnya agar senantiasa mengedepankan sikap memaafkan atas kesalahan dan memelihara hubungan sosial secara baik dengan sesama pada saat sedang menghadapi situasi perselisihan.

    Bahkan, dalam situasi ketika seseorang mampu untuk mem balas dan lebih tinggi kedudukan secara sosial dari orang yang berbuat kesalahan dengannya, Islam senantiasa mengajarkan umatnya untuk selalu memaafkan dengan penuh kebesaran jiwa dan kelapangan hati.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat:

خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ

Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).



   Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”

    Allah telah memerintahkan kita  :"Jadilah engkau pemaaf." Memaafkan lahir dan batin memang sulit untuk di lakukan bagi seorang manusia normal yg sudah tersakiti hatinya, dengan itu Allah swt mengistimewakan orang-orang yang memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia d sisi Allah swt.selanjutnya Agar kita mudah memaafkankan orang adalah dengan cara tidak selalu memikirkan kesalahannya kepada kita melainkan kita juga harus sesekali memikirkan kebaikan yang pernah dia lakukan kepada kita walaupun hanya satu kali. Lalu ketika memaafkan hanya sebatas ucapan tetapi hati tidak, itu sama saja berbohong karna pada dasarnya semua terletak pada hati,hati yang ikhlas adalah bentuk sebuah pengakuan.

    Jika ada seseorang yang berbuat salah pada kita tetapi dia tidak mau meminta maaf?,bahkan tidak jujur pada dirinya sendiri?. Nah dengan permasalahan seperti itu sikap kita menghadapi orang  tersebut yaitu dengan memaafkan orang tersebut meskipun dia tidak meminta maaf kepada kita, seperti yang terdapat dalam surat Al-a'raf ayat 7 yang Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199). Dengan menyikapi orang seperti itu dengan cara kita memaafkan nya tanpa dia meminta maaf terjalinnya silaturahmi yang akan tetap berjalan.


April 23, 2020

Wardatul Musaropah

    الاعت ـ راف بالجميل   

Pengakuan keindahan

كان الخليفة المنصور يتطّلع إلى الإحاطة بأمور الناس عموما, وإلى معرفة أحوال بني أمية خصوصا. فبلغه أن من مشايخ أهل الشّام, شيخا معروفا, وكان بطانة لهشام بن عبد الملك بن مروان. فأرسل إليه المنصور, وأحضره بين يديه, وسأله  عن تدبير هشام في حروبه مع الخوارج.

Dia adalah khalifah al manshur,menanti untuk mengetahui hal-hal orang pada umumnya,, dan untuk mengetahui kondisi bani umayyah pada khususnya. Dia memberitahunya bahwa salah satu syekh dari orang-orang Levant, seorang syekh yang dikenal, itu adalah  Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Jadi dia mengirim Al-Mansur kepadanya, membawanya di tangannya, dan bertanya kepadanya tentang pengaturan Hicham dalam perangnya dengan orang-orang Khawarij.

فوصف له الشيخ ما دبّر وقال:" فعل رحمه الله كذا وكذا". فقال له المنصور: "قم عنّي! تطأ بساطي وتترحّم على عدوّي!" فقال الرّجل وهو مولّ يريد الخروج: "إن نعمة عدوّك لقلادة في عنقي, لا ينزعها إلاّ غاسل".

. Kemudian Syekh menjelaskan kepadanya apa yang dia rencanakan dan katakan: "Dia memang Tuhan mengampuni ini dan itu. Al-Mansur berkata kepadanya: "Bangkitlah tentang aku! Tapak permadani dan perlihatkan belas kasihan kepada musuhku!" Lalu pria itu berkata, sementara dia ingin pergi, "Rahmat musuhmu adalah kalung di leherku yang hanya bisa dilepas oleh pita.

Hadits nabi membawa pesan nabi salallohu alaihi wasalam tentang kejujuran adalah:
عليكم بصدق٫ فإنما الصدق يهدى إلى بّر٫ إنّ برّ يهدى إلى الجنّة٫ وإنّ كذب يهدى فجور فإنّ فجور يهدى إلي النار

[رواه متفقٌ عليه]

Artinya :

Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih]

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat:
خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ

Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).

Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”

perilaku jujur yang saya alami yaitu berkata jujur yaitu apa adanya sesuai fakta, . kalo jujur kepada Allah itu kita melakukan perbuatan ibadah yang ikhlas kepada Allah tanpa ada unsur riya,semua perbuatan yang kita lakukan semata" hanya untuk Allah untuk mencapai keridhoaannya,

selanjutnya melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan salah satu sikap kita berkata jujur tanpa berdusta itu udah termasuk jujur kepada Allah

Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa  dan menjadi sebuah kebiasaan fan karakter,begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kl tdk terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yg terbiasa makan d tempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kl yg dilakukan sdh menjadi kebiasaan

jujur terhadap diri sendiri adlah mau untk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya

Kejujuran adalah sifat yg mahal dan sedikit orang yg Allah karunia kan untk memiliki sifat jujur, dan tertulis jg dalam Alquran bahwa orang yg jujur akan Allah tempatkan d tempat yh terbaik, makanya syaitan selalu menggoda manusia untk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, sikap kita untk terus mendoakan yg terbaik dan tidak berhenti untk berdoa meminta yg terbaik dari Allah swt, krn Allah swt yg maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt.dan cara menanamkannya dengan pembiasaan sikap

kebohongan itu tidak diperbolehkan tetap dalam islam memang ada

kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam : pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.

Kondisi kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya, kenapa orang d zaman sekarang selalu mengedepankan suudzon dari pada kepercayaan, krn yg mereka lihat dan mereka rasakan adalah ketidak percayaan terhadap apa yang ada d sekitarnya, sehingga bawaannya adalah suudzon k setiap orang makanya Allah swt mengingatkan dalam Alquran bahwa apapun kabar atau berita yg datang harus d klarifikasi terlebih dahulu dan bisa d pertanggung jawabkan kebenaran nya.

Memaafkan lahir dan batin memang sulit untk di lakukan bagi seorang manusia normal yg sdh tersakiti hatinya, makanya Allah swt meng istimewa orang2 yg memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia d sisi Allah swt

seseorang yang ia sudah di catat namanya di syurga lalu seorang sahabat ini izin menginap karna ingin tahu amalan seperti apa yang ia kerjakan,setelah ia teliti shalat malam pun tidak dan pekerjaan pun layaknya orang biasa karna sahabat ini tidak tahu maka ia langsung saja bertanya orang yg di tunjuk ini, lalu di jawabnya saya tidak punya amalan apapun terkecuali di setiap malam ia memohon kepada allah untuk memaafkan segala kesalahan dirinya dan orang yang berbuat dzolim pada dirinya. Maka dapat disimpulkan mintalah maaf terlebih dahulu meski orang lain yang salah dan nanti iapun pasti akan mengerti sendiri atas apa kesalahan yg ia buat.

April 16, 2020

M. Aldi Muhibbin

Assalamualaikum wr wb
Pengakuan keindahan
Pembahasan

كان الخليفة المنصور يتطّلع إلى الإحاطة بأمور الناس عموما, وإلى معرفة أحوال بني أمية خصوصا. فبلغه أن من مشايخ أهل الشّام, شيخا معروفا, وكان بطانة لهشام بن عبد الملك بن مروان. فأرسل إليه المنصور, وأحضره بين يديه, وسأله  عن تدبير هشام في حروبه مع الخوارج.

Dia adalah khalifah al manshur,menanti untuk mengetahui hal-hal orang pada umumnya,, dan untuk mengetahui kondisi bani umayyah pada khususnya. Dia memberitahunya bahwa salah satu syekh dari orang-orang Levant, seorang syekh yang dikenal, itu adalah  Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Jadi dia mengirim Al-Mansur kepadanya, membawanya di tangannya, dan bertanya kepadanya tentang pengaturan Hicham dalam perangnya dengan orang-orang Khawarij.

فوصف له الشيخ ما دبّر وقال:" فعل رحمه الله كذا وكذا". فقال له المنصور: "قم عنّي! تطأ بساطي وتترحّم على عدوّي!" فقال الرّجل وهو مولّ يريد الخروج: "إن نعمة عدوّك لقلادة في عنقي, لا ينزعها إلاّ غاسل".

. Kemudian Syekh menjelaskan kepadanya apa yang dia rencanakan dan katakan: "Dia memang Tuhan mengampuni ini dan itu. Al-Mansur berkata kepadanya: "Bangkitlah tentang aku! Tapak permadani dan perlihatkan belas kasihan kepada musuhku!" Lalu pria itu berkata, sementara dia ingin pergi, "Rahmat musuhmu adalah kalung di leherku yang hanya bisa dilepas oleh pita.

Hadits nabi membawa pesan nabi salallohu alaihi wasalam tentang kejujuran adalah:

عليكم بصدق٫ فإنما الصدق يهدى إلى بّر٫ إنّ برّ يهدى إلى الجنّة٫ وإنّ كذب يهدى فجور فإنّ فجور يهدى إلي النار
[رواه متفقٌ عليه]

Artinya :

Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih]

 فلمّا سمعه المنصور قال: "ردّوه". فلمّا رجع قال: "يأمير المؤمنين, إن أكثر النّاس لؤما, من لم يجعل دعاءه لمن أحسن إليه, وثناءه عليه, وحمده لمعروفه عنده وفاء له, ولو أمكنني القدر, وأقدرني القضاء, على الوفاء لهشام بأكثر من ذلك, لوجدني أمير المؤمنين وافيا له به". فقال له المنصور: "ارجع يا شيخ إلى تمام حديثك".

." Ketika Al-Mansur mendengarnya, dia berkata, "Tanggapi dia." Ketika dia kembali, dia berkata: “Komandan orang-orang beriman, orang-orang yang paling kejam, siapa pun yang tidak melakukan permohonannya kepada orang yang telah mengalahkannya, memuji dia, dan memuji dia atas bantuannya untuk memenuhinya, dan jika nasib memungkinkan saya, dan pengadilan dapat membantu saya untuk memenuhi Hisyam lebih dari itu, jika Panglima Setia menganggapnya loyal kepada dia. ". Al-Mansur berkata kepadanya: "Kembalilah, Sheikh, untuk pidatonya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat:

خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ

Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).

Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”

ثمّ أقبل المنصور على حديثه إلى أن فرغ, فدعا المنصور بمال وكسوة وقال: "خذ هذا صلة منّا لك". قأخذ ذلك وقال: "والله يا أمير المؤمنين مابي من حاجة. ولقد مات عنيّ من كنت في ذكره, فما أحوجني إلى وقوفي على باب أحد بعده. ولولا جلال أمير المؤمنين, ولزوم طاعته, وإيثار أمره, لما لبست نعمة أحد بعده". فقال المنصور: "لله أنت! لولم يكن لقومه غيرك, لكنت أبقيت لهم ذكرا مخلّدا, ومجدا باقيا, بوفائك لمن أحسن إليك".

Kemudian Al-Mansur menerima pidatonya sampai selesai, jadi dia memanggil Al-Mansour dengan uang dan pakaian dan berkata: "Ambil tautan ini dari kami untuk Anda." Dia mengambilnya dan berkata: "Demi Tuhan, Panglima Setia, tidak perlu. Siapa pun yang saya ingat meninggal karena saya,Saya tidak perlu berdiri di pintu satu setelah dia  Tanpa keagungan Panglima Setia, kepatuhannya diperlukan, dan untuk mematuhinya,Dan untuk memberikan perintahnya, ketika seseorang memakai berkah untuknya. "Al-Mansur berkata:""Ya Tuhan! Dan jika bangsanya tidak memiliki siapa pun selain kamu, aku akan menyimpan kenangan abadi untuk mereka, dan kemuliaan akan tetap ada, dengan bertemu denganmu siapa pun yang baik kepadamu.

Resume.
Dari sebuah pembahasan yang kita tau saat tadi disitu kita bisa ambil 2 buah nilai yg dimana nilai ini memang harus kita tanam pada diri kita karena 2 nilai ini sangat berguna bagi kehidupan kita yang pertama,jujur kita lihat tauladan kita nami besar Muhammad saw.ia memiliki 4 sifat yang harus di ketahui yaitu ,siddiq,tabligh,fatonah, amanah.maka dari salah satu nilai tersebut itu ada dalam penjelasan materi yang tadi di bahas yaitu siddiq,mengapa demikian karna siddiq ini adalah sifat rasul saw yang sudah dari kecil ia tanamkan dan iapun dipercaya kejujurannya maka dari itu kita pun harus bisa mengikuti apa ang tlah rasul ajarkan salah satunya yang tadi di ucapkan yaitu jujur,dan yang ke dua ini pemaaf ini lah yang mungkin agak susah untuk di tanamkan dalam diri karna diri kita karena memaafkan ini nyatanya banyak orang yang mengeluh karna  ia tidak bisa memaafkan dengan seluas hati untuk memaafkan kesalahan orang lain yang paling parah jika kita tidak mau memaafkan bisa masuk kepada diri kita sombong karena sifat ini adalah salah satu sifat yang berbahaya untuk kehidupan kitabmaka di takutkan dari makna tersebut kita harus bisa membuat diri kita bisa memaafkan agar diri kita pun lebih bisa menjadi yang terbaik dan seperti tadi di kisahkan dalam pembelajaran orang yang suka memaafkan atas orang lain dan maaf atas dirinya sendiri ia sudah di catat masuk syuga maka dari itu jadilah orang yang pemaaf  (seperti yang tadi di jelaskan pula pada Al-Qur'an surah al a'raf ayat 199 , artinya jadilah engkau pemaah dan serulah manusia yang berbuat baik,dan berpalinglah dari orang orang yang bodoh.

Maka dari nilai nilai itu kita bisa simpulkan bahwa ke 2 nilai tadi otu saling menguatkan karena di mana ada sifat ini bisa menjadikan diri kita lbih baik lagi agar kita bisa lebih mudah untuk mencapai sebuah kenyamanan dalah hidup.

Wallahu'alam bisshawab.
Sekian,

Wassalamualaikum Wr Wb.

Kamis, 23 April 2020
Resume Bahasa Arab
Nama                         : Siti Sri Hartati
NIM                            : 1920.04. 025
Prodi/Semester        : MPI / 2
Mata Kuliah             : B. Arab Pendidikan
Dosen Pengampu   : Muzhir Ihsan, M.Pd

Resume Mata Kuliah Bahasa Arab Pendidikan

JUJUR DAN MEMAAFKAN

1. JUJUR
Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa  dan menjadi sebuah kebiasaan fan karakter,begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kalo tidak terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yang terbiasa makan di tempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kalo yang dilakukan sudah menjadi kebiasaan.

jujur terhadap diri sendiri adalah mau untuk menerima keadaan apapun yang terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya. dan cara menanamkannya dengan pembiasaan sikap.

Kejujuran adalah sifat yang mahal dan sedikit orang yg Allah karunia kan untuk memiliki sifat jujur, dan tertulis juga dalam Alquran bahwa orang yang jujur akan Allah tempatkan di tempat yang terbaik, makanya syaitan selalu menggoda manusia untk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang  lain bahkan untk dirinya sendiri, sikap kita untk terus mendoakan yg terbaik dan tidak berhenti untk berdoa meminta yg terbaik dari Allah swt, krn Allah swt yg maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt

Surat At-Taubah Ayat 119

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (Q.S. At-Taubah: 119)

Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar bertaqwa, yaitu menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Kemudian Allah memerintahkan agar bersama dengan orang-orang yang benar. Artinya bahwa dalam mencari teman, kita juga harus memilih mana teman yang baik yang nantinya membawa kita kepada kebaikan dunia dan akhirat, dan mana teman yang menyesatkan. Jadikanlah orang baik sebagai teman dan tinggalkan orang yang menyesatkan.

Ibarat kata jika kita bergaul dengan orang baik, maka kita akan sedikit demi sedikit menyesuaikan diri dengannya, sebaliknya jika kita bergaul dengan orang jahat.

2. MEMAAFKAN
Memaafkan merupakan sikap mulia yang amat dianjurkan dalam agama Islam. Seberat atau sepedih apa pun manusia mengalami dampak akibat kesalahan yang dilakukan orang lain, Allah Swt tetap memerintahkan setiap hamba untuk melapangkan dada terhadap kesalahan sesama. Dalam Al-Quran Allah berfirman:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kalian bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Dan hendaklah mereka memberi maaf dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampuni kalian? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-Nur: 22).

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ199

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.

Tafsir Kemenag

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya, agar berpegang teguh pada prinsip umum tentang moral dan hukum.
1. Sikap Pemaaf dan berlapang dada

Allah swt menyuruh Rasul-Nya agar beliau memaafkan dan berlapang terhadap perbuatan, tingkah laku dan akhlak manusia dan janganlah beliau meminta dari manusia apa yang sangat sukar bagi mereka sehingga mereka lari dari agama.
Sabda Rasullah saw:
"Mudahkanlah, jangan kamu persulit dan berilah kegembiraan, jangan kamu susahkan". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa dan Muadz)

Termasuk prinsip agama, memudahkan, menjauhkan kesukaran dan segala hal yang menyusahkan manusia. Demikian pula halnya dalam bidang budi pekerti manusia banyak dipengaruhi lingkungannya. Bahkan banyak riwayat menyatakan bahwa yang dikehendaki pemaafan di sini ialah pemaafan dalam bidang akhlak atau budi pekerti (Tafsir Ibn Katsir dalam tafsir ayat tersebut)

Rasulullah berkata sehubungan dengan ayat ini:
"Apakah ini ya Jibril? Jawab Jibril, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kamu agar memaafkan orang yang berbuat aniaya terhadapmu, memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepadamu dan menyambung hubungan kepada orang yang memutuskannya." (Riwayat Ibn Jarir dan Ibn Abi Hatim, dari Ibn Ubay dari bapaknya)
2. Menyuruh manusia berbuat maruf (baik)
Pengertian urf pada ayat ini adalah maruf. Adapun Maruf adalah adat kebiasaan masyarakat yang baik, yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Dalam Al-Quran kata"maruf" dipergunakan dalam hubungan hukum-hukum yang penting, seperti dalam hukum pemerintahan, hukum perkawinan. Dalam pengertian kemasyarakatan kata "maruf" dipergunakan dalam arti adat kebiasaan dan muamalah dalam suatu masyarakat. Karena itu ia berbeda-beda sesuai dengan perbedaan bangsa, negara, dan waktu. Di antara para ulama ada yang memberikan definisi "maruf" dengan apa yang dipandang baik melakukannya menurut tabiat manusia yang murni tidak berlawanan dengan akal pikiran yang sehat. Bagi kaum Muslimin yang pokok ialah berpegang teguh pada nash-nash yang kuat dari Al-Quran dan Sunnah. Kemudian mengindahkan adat kebiasaan dan norma yang hidup dalam masyarakat selama tidak bertentangan dengan nash agama secara jelas.
3. Tidak mempedulikan gangguan orang jahil
Yang dimaksud dengan orang jahil ialah orang yang selalu bersikap kasar dan menimbulkan gangguan-gangguan terhadap para Nabi, dan tidak dapat disadarkan. Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, agar menghindarkan diri dari orang-orang jahil, tidak melayani mereka, dan tidak membalas kekerasan mereka dengan kekerasan pula.


Kamis, 23 April 2020
Ucapan terima kasih
kamis, 23 April 2020
" Ucapan Terima Kasih "
Nama                      : Fitriatun Nisa
NIM                         : 1920.04.023
Prodi/semester     : MPI semester II
Mata kuliah            : B. Arab Pendidikan
Dosen Pengampu : Muzhir Ihsan M. Pd

              Resume Mata Kuliah Bahasa Arab Pendidikan

                              " Ucapan Terima Kasih "

1. Jazakallah dan Ucapan Terima
SETIAP orang memahami bahwa ketika menerima kebaikan dari orang lain, sewajarnya mereka mengucapkan terima kasih kepada orang yang darinya ia memperoleh kebaikan tersebut.

Hal tersebut tidak hanya tradisi yang ada di tengah masyarakat, namun juga menjadi kewajiban yang Allah Subhanahu Wata’ala berikan kepada setiap muslim sebagai bentuk bersyukur atas kenikmatan yang diberikanNya, meskipun itu melalui tangan-tangan orang lain, banyak ataupun sedikit.

Berterima kasih adalah suatu keharusan, namun akan lebih bernilai pujian di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala jika bentuk terima kasih tersebut diwujudkan dalam bentuk doa, pujian terhadap kebaikan orang lain.

Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad dalam kitab Zawaid, dengan isnad yang hasan, Rasulullah bersabda:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

“Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka ia tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang banyak.” [HR: Ahmad]

Berterima kasih adalah bentuk balasan yang paling sederhana pada orang yang memberikan sesuatu pada kita. Namun ada kata yang lebih bernilai untuk diucapkan dibandingkan frasa “terima kasih”. Kata itu adalah “Jazakallah khairan” yang berarti semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Kenapa Jazakallah Khairan lebih bernilai dibanding terimah kasih? Karena “Jazakallahu Khairan” terkandung doa, sedang “terima kasih” tidak ada doa.

Jazakakallah Khairan atau Jazakumulullahu Khairan berasal dari kata dasa “Jazaakallah ” (semoga Allah memberimu/membalasmu). Jadi جَزَاكَ اللهُ artinya “semoga Allah akan memberi/menambah/membalasmu”, ini digunakan sebagai ungkapan terima kasih atas kebaikan seseorang dan sekaligus sebagai sebuah do’a semoga Allah akan membalas kebaikannya.

“Jazakumullah” (جَزَاكُمُ اللهُ) artinya “semoga Allah akan memberi/menambah/membalas kalian” (digunakan ungkapan jamak/orang banyak).

Penggunaan kalimat Jazakallah atau Jazakumullah sebenarnya masih kurang lengkap. Akan lebih lebih lengkap jika disambung “Khairan Katsiran” jadinya “Jazakumullahu Khairan Katsira” (خَيْرًا كَثِيْرًا جَزَاكُمُ اللهُ).

Khairan artinya kebaikan, sedangkan Katsiran artinya banyak, jadi ‘Khairan Katsiran‘ artinya kebaikan yang banyak.

Hadit berikut ini mungkin bisa sedikit menjelaskan tentang dasar dari penggunaan istilah tersebut di atas. Dari Usamah bin Zaid r.a bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda :

من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

“Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan “jazaakallahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” [HR. At-Tirmidzi (2035)]

Nah, mulai sekarang gantilah ucapan terima kasih lebih bernilai dan berdampak pahala, maka lebih baik kita menggantinya dengan “Jazakallah Khairan Katsira”.  Wallahu ‘alam bi ash shawwab.*

April 23, 2020

        الاعت ـ راف بالجميل 
                            Pengakuan keindahan

Nama   : Siti Maryam Khotib
Prodi    : Manajemen Pendidikan Islam (semester 2)
NIM      : 1920-04-009
Matkul : Bahasa Arab Kependidikan
Dosen pengampu : Bapak. Muzhir Ihsan M.Pd

Pengakuan keindahan
1. Jujur
Bukan hal yang mudah untuk menjadi seseorang yang jujur terutamanya di dunia yang tampaknya begitu abu-abu ini. Segala sesuatu menjadi begitu buram sehingga kebaikan dan keburukan-kebenaran dan kesalahan bercampur baur. Maka sudah saatnya mendekatkan diri kepada pemilik kebenaran sejati Yakni Allah Swt

Jujur dari kata yang amat sederhana, dan memiliki arti yang sederhana pula, yaitu “ mengakui, berkata atau memberikan suatu pernyataan/informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran”. Kejujuran juga harus dilakukan atau di praktikan dalam kehidupan sehari-hari.

Jujur merupakan sikap yang ada pada diri manusia. Akan tetapi kebanyakan manusia sulit menerapkan sikap jujur pada dirinya. Saat ini jarang sekali orang yang benar-benar jujur. Sikap jujur harus ditanamkan pada diri sendiri, dan harus mulai diterapkan pada usia dini. Menerapkan sikap jujur pada anak di usia dini sangatlah penting, karena dengan menerapkan kejujuran pada anak, akan membiasakan anak untuk berkata dan bersikap jujur.

Sikap jujur atau amanah merupakan salah satu sikap yang ada dan dimiliki nabi.

Nabi Muhammad saw bersabda
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِ إِلَى البِرِّفَإِنَّ البِرَّ يَهْدِ إِلَى الْجَنَّةِ . وَمَا يَزَلُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عٍنْدَ اللهِ صِدِّيْقاً

Kalian harus berbuat jujur, kerena kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Jika seseorang senantiasa berbuat jujur dan memperhatikan kejujuran, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur (Mutafaq ‘alaih)

Perbuatan jujur akan mengundang kebaikan dan setiap kebaikan berbalas surga, begitu juga sebaliknya kebohongan dan dusta akan mengundang perbuatan jahat lainnya, perbuatan jahat akan menggiring manusia ke dalam palung neraka. Karenanya di dalam hidup ini, sifat jujur harus dipertaruhkan hingga tarikan nafas terakhir dengan harapan kelak dikumpulkan oleh Allah bersama orang-orang yang shodiqiin
Allah berfirman dalam QS: At Taubah: 119;

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”

Menyeluruh dalam artian jujur kepada kepada Allah, diri Sendiri dan berbuat jujur kepada orang lain. Jujur dengan keyakinan direalisasikan dengan cara melakukan perbuatan berdasarkan ketentuan syar’i secara ikhlas semata-mata karena Allah swt, sebab perbuatan karena makhluk (riya’) hakekatnya sama saja dengan perbuatan menipu Allah, orang yang riya’ perbuatannya hanya sebatas dhohir saja patuh dan mengabdi kepada sang khalik, namun bathinnya menghamba kepada makhluk. Bukankah Allah maha teliti atas segala perbuatan hambanya, perbuatan seperti ini masuk dalam kategori perbuatan orang munafik
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ.

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. “ (al-Baqarah: 9)

berati jujur dalam berkata berarti berkata dan membuat pengakuan sesuai dengan yang dilakukan, Adapun jujur dalam perbuatan adalah melakukan perbuatan yang sesuai dengan kehendak baiknya tanpa ditutupi.

jujur itu merupakan suatu sikap yg harus kita pegang dan harus kita punya. Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan dan karakter,begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kalau tidak terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yg terbiasa makan d tempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kl yg dilakukan sdh menjadi kebiasaan.

jujur juga terdapat jujur kepada orang lain , jujur kepada Allah dan jujur kepada diri sendiri .

- Contoh perilaku seseorang yang dikatakan jujur kepada Allah adalah

Seseorang mengerjakan ibadah ikhlas karena mengharap ridha kepada Allah,

Seorang melakukan ibadah bukan karena mengharapkan pujian dari manusia

- Contoh perilaku seseorang yang dikatakan jujur kepada orang lain adalah Berkata atau berbicara sesuai dengan faktanya, Tidak mencurangi timbangan, Mengatakan kualitas barang sesuai dengan kenyataan ketika berdagang, Melakukn sesuatu hal sesuai dengan kesepakatan yang ada

- Contoh perilaku seseorang yang dikatakan jujur kepada diri sendiri adalah Tidak memakasakan diri untuk mengambil suatu pekerjaan ketika kita tau pekerjaan tersebut jauh diluar kemampuan diri sendiri , Tidak memakai pakaian yang bertentangan dengan hati nurani hanya untuk terlihat cantik atau tampan.

jujur terhadap diri sendiri adalah ingin untuk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya dan cara menanamkannya dengan pembiasaan sikap yang dimaksud jujur kepada diri sendiri yaitu menghilangkan segala bentuk penolakan yang membuat kita jauh pada kebenaran mengenai diri kita, tidak membohongi diri sendiri,tidak memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu. cara kita menanamkan sikap jujur terhadap diri sendiri yaitu dengan tidak memaksakan kehendak yg jelas-jelas kita mengetahui bahwa diri tidak mampu melakukannya,mengakui kesalahan yg telah diperbuat dan mengevaluasinya, dan percaya pada kemampuan yg dimiliki .

Lalu bagaimana dengan kebohongan untuk kebaikan ?

kata bohong adalah kata negatif yg tidak boleh d lakukan hanya ada pengecualian apabila kita dalam terdesak dan untk kebaikan diperbolehkan untk berbohong hanya untk kebaikan, Allah swt sendiri yg akan akan menjadikan kebohongan itu menjadi kebaikan. kebohongan itu tidak diperbolehkan tetapi dalam islam terdapat kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam :

pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.

Kondisi kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya,

Kondisi ketiga, yaitu bohongnya suami kepada istri atau sebaliknya dengan tujuan untuk menampakkan rasa sayang berupa pujian atau gombalan, atau berjanji yang tidak wajib.

sikap jujur ini terdapat pada diri kita,maka ambil dulu nilai pada diri kita ingin dia percaya atau tidak itu masalah yg dia miliki tapi memang kita harus menanamkan sifat jujur pada diri sendiri setelah itu baru nanti ada penilaian orang lain yang melihat ucapan-ucapan yg kita lontarkan akan kebenarannya .intinya ambil saja dulu kejujuran tanamkan sifat itu pada diri kita, pasti akan ada timbul kepercayaan hingga tidak ada keraguan lagi orang lain kepada kita . Dengan begitu kita telah menyebarkan kejujuran kepada orang lain yang bisa dikatakan dakwah bilhal

Namun orang di zaman sekarang selalu mengedepankan suudzon dari pada kepercayaan, karena yg mereka lihat dan mereka rasakan adalah ketidak percayaan terhadap apa yang ada d sekitarnya, sehingga bawaannya adalah suudzon kepada setiap orang maka dari itu, Allah swt mengingatkan dalam Al-quran bahwa apapun kabar atau berita yg datang harus di klarifikasi terlebih dahulu dan bisa di pertanggung jawabkan kebenaran nya.

Kejujuran adalah sifat yg mahal dan sedikit orang yg Allah karunia kan untk memiliki sifat jujur, dan tertulis jg dalam Alquran bahwa orang yg jujur akan Allah tempatkan di tempat yang terbaik, maka dari itu, syaitan selalu menggoda manusia untk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, sikap kita untuk terus mendoakan yg terbaik dan tidak berhenti untuk berdoa meminta yg terbaik dari Allah swt, karena Allah swt yang maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt.

2. Meminta maaf dan Memberi Maaf
Salah satu kekurangan manusia adalah suka berbuat salah dan dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi kekurangannya itu, khususnya dosa kepada sesama manusia. Saat orang lain berbuat salah dan dosa yang terarah kepada kita, kita diajari untuk memaafkan. Saat kita berbuat salah dan dosa kepada orang lain, kita diajari untuk meminta maaf. Memaafkan menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh umat manusia. Bukan sekedar sebagai tanda ada rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan yang telah dibuat. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati.

Tentu saja akan banyak orang yang kontra dengan pernyataan ini. Mereka seolah menyangkal memaafkan orang yang bersalah harus dilakukan sekalipun sulit. Tapi bagaimanapun memaafkan sebuah kesalahan tidak sama dengan melupakan masa lalu yang menyakitkan. Tentu saja hal ini tidak bisa disamakan. Sekalipun emosi menghampiri, membenci orang lain tidak akan membuatmu bisa melangkah tanpa beban lho. Ada beberapa alasan mengapa sekalipun sulit, kamu harus mau memaksa diri sendiri untuk memaafkan orang lain, bahkan terlebih dirimu sendiri.

Memberi maaf

Memaafkan memang tidak mudah, butuh proses dan perjuangan untuk melakukannya. Adanya kebaikan bagi diri kita dan bagi orang lain akan menjadikan memaafkan menjadi sesuatu yang mungkin dilakukan. Para ahli psikologi mempercayai bahwa memaafkan memiliki efek yang sangat positif bagi kesehatan. Pemaafan (forgiveness) merupakan salah satu karakter positif yang membantu individu mencapai tingkatan optimal dalam hal kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual. Pada beberapa tahun belakangan, pemaafan semakin populer sebagai psikoterapi atau sebagai suatu cara untuk menerima dan membebaskan emosi negatif seperti marah, depresi, rasa bersalah akibat ketidakadilan, memfasilitasi penyembuhan, perbaikan diri, dan perbaikan hubungan interpersonal dengan berbagai situasi permasalahan. Termasuk pengertian memohonkan ampun bagi mereka adalah mendoakan kebaikan bagi mereka, mengusahakan kebaikan bagi mereka, dan sebagainya.

Memaafkan orang yang bersalah kepadamu bukan hanya membuat mereka terlepas dari rasa bersalah, tapi membuatmu semakin bersyukur karena kamu masih diberi kelapangan hati untuk memaafkan orang lain. Jadi, sudah siap untuk memaafkan orang yang selama ini menyakitimu? jangan lupa ya untuk memaafkan dirimu sendiri lebih dulu. Lepaskanlah dirimu dari semua rasa bersalah akan masa lalumu.Apa pun dan bagaimana pun lukamu berkembang dan menyiksamu saat ini, cobalah untuk memaafkan dan berjuanglah menerima bagaimanapun keadaanmu.

Agar kita menjadi seorang pribadi yang pemaaf adalah dengan cara kita jangan selalu pikirkan kesalahan orang lain kepada kita melainkan kita juga harus memikirkan kebaikan yang pernah diberikan kepada kita walaupun hanya satu kali. Namun terkadang Memaafkan lahir dan batin itu sangat sulit untuk di lakukan bagi seorang manusia normal yg telah tersakiti hatinya. maka dari itu Allah swt mengistimewa orang2 yg memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia d sisi Allah swt.

Lalu bagaimana sikap kita k jika orang tersebut berbuat salah kepada kita yaitu kita perlu maafkan orang yang salah kepada kita walaupun dia tidak meminta maaf dan jika bisa kita berikan orang tersebut nasihat dengan tidak menyinggung perasaannya. yang mana terdapat dalam surat Al-a'raf ayat 7 yang Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).

 Meminta Maaf
Kata yang semestinya terucap setelah melakukan kesalahan adalah "Maaf". Wajarnya pada saat menyadari bahwa diri telah melakukan kesalahan maka meskipun sukar diucapkan, tetap saja perlu untuk meminta maaf pada seseorang yang telah "tanpa sengaja" disakiti tersebut. Namun, walau hanya satu kata kenapa sukar diucapkan? Karena pada umumnya kita lebih mendahulukan gengsi, dan karena kesombongan yang berada di dalam diri kita sendiri. Contohnya karena merasa diri telah memiliki jabatan yang jauh lebih tinggi, atau karena merasa lebih kaya, atau lebih pintar, maupun lebih tua.

Bukankah sebaiknya kita melupakan itu semua? Melalui satu kata "maaf" ini, cukup mampu menghilangkan permusuhan maupun rasa dendam, dan kita bisa menjalin kembali hubungan yangg telah retak, kita bisa mendapatkan seorang teman lagi, kita bisa meraih damai dan ketenangan hidup kembali.

Dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak perkataan kita sampaikan ke orang lain dan begitu banyak perbuatan yang kita tunjukkan ke orang lain. Di antara puluhan hingga ratusan kata dan perbuatan itu, sangat mungkin sebagian di antaranya menyebabkan orang lain marah. Apa yang kita lakukan bila kita bersalah ke orang lain? Salah satu pengetahuan yang sudah lama kita simpan berkaitan dengan masalah ini adalah dosa orang tidak dimaafkan kecuali korban atau orang yang dirugikan memberi maaf. Memang ada kemungkinan orang yang menjadi korban dari perbuatan dzalim kita akan memberi maaf. Namun, ada kemungkinan juga dia tidak memberikan maaf. Dia simpan kebencian dan kemarahan dalam hatinya. Kalau itu yang terjadi, dosa tetap tersandang dalam diri kita. Karenanya, pilihan yang lebih proaktif, yaitu meminta maaf, menjadi pilihan yang lebih menjamin kepastian dihapuskannya dosa-dosa. Meminta maaf jelas merupakan salah satu bentuk kerendahan hati pribadi dan tentu juga merupakan salah satu bentuk keberanian manusia. Bangsa-bangsa di dunia ini menyikapi kesalahan kepada orang lain yang dilakukannya dengan cara yang berbeda-beda. Orang-orang Eropa dan Amerika banyak yang tampil gentle. Gentleman adalah laki-laki yang memiliki budi pekerti atau perilaku dengan standar tinggi. Salah satu ciri penting yang mereka miliki adalah kesediaan untuk meminta maaf. Mereka segera meminta maaf begitu kesalahan itu mereka lakukan.

Tetapi kebaikan akan tertutup hanya dengan satu keburukan hal itu bisa dikatakan sebagian besar adanya, terkadang menghapus satu keburukan yang dilakukan kepada orang lain itu sulit dihilangkan meskipun sudah ada kata maaf, nah cara kita untuk mendapatkan kata maaf yang tulus dari seseorang yaitu dengan meminta maaf setulusnya .

Namun, kebaikan yg dilakukan akan mudah di lupakan orang tapi tidak untuk Allah swt, makanya kita sebagai orang islam di wajibkan dalam hal apapun untuk melakukan kebaikan hanya untk Allah swt dan berusaha tidak melakukan keburukan kepada orang lain harus tetap menjaga kebaikan hubungan antar sesamanya .Begitu pula sebaliknya keburukan kita sebagai manusia selalu akan di ingat oleh orang lain, makanya kita d minta oleh Allah untuk selalu istighfar dan bertaubat agar Allah swt menghapus keburukan kita dan menjadikan seluruh amal yg kita lakukan menjadi pahala untuk kita.

Kamis, 23 April 2020

RESUME BAHASA ARAB

ASSALAMUALAIKUM WR.WB
TUGAS RESUME : B.ARAB
NAMA:HADDAD ULUM
PRODI: MPI SMT II


كان الخليفة المنصور يتطّلع إلى الإحاطة بأمور الناس عموما, وإلى معرفة أحوال بني أمية خصوصا. فبلغه أن من مشايخ أهل الشّام, شيخا معروفا, وكان بطانة لهشام بن عبد الملك بن مروان. فأرسل إليه المنصور, وأحضره بين يديه, وسأله  عن تدبير هشام في حروبه مع الخوارج.

Dia adalah khalifah al manshur,menanti untuk mengetahui hal-hal orang pada umumnya,, dan untuk mengetahui kondisi bani umayyah pada khususnya. Dia memberitahunya bahwa salah satu syekh dari orang-orang Levant, seorang syekh yang dikenal, itu adalah  Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Jadi dia mengirim Al-Mansur kepadanya, membawanya di tangannya, dan bertanya kepadanya tentang pengaturan Hicham dalam perangnya dengan orang-orang Khawarij.

فوصف له الشيخ ما دبّر وقال:" فعل رحمه الله كذا وكذا". فقال له المنصور: "قم عنّي! تطأ بساطي وتترحّم على عدوّي!" فقال الرّجل وهو مولّ يريد الخروج: "إن نعمة عدوّك لقلادة في عنقي, لا ينزعها إلاّ غاسل".

. Kemudian Syekh menjelaskan kepadanya apa yang dia rencanakan dan katakan: "Dia memang Tuhan mengampuni ini dan itu. Al-Mansur berkata kepadanya: "Bangkitlah tentang aku! Tapak permadani dan perlihatkan belas kasihan kepada musuhku!" Lalu pria itu berkata, sementara dia ingin pergi, "Rahmat musuhmu adalah kalung di leherku yang hanya bisa dilepas oleh pita.

Hadits nabi membawa pesan nabi salallohu alaihi wasalam tentang kejujuran adalah:

عليكم بصدق٫ فإنما الصدق يهدى إلى بّر٫ إنّ برّ يهدى إلى الجنّة٫ وإنّ كذب يهدى فجور فإنّ فجور يهدى إلي النار
[رواه متفقٌ عليه]

Artinya :
Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih]

 فلمّا سمعه المنصور قال: "ردّوه". فلمّا رجع قال: "يأمير المؤمنين, إن أكثر النّاس لؤما, من لم يجعل دعاءه لمن أحسن إليه, وثناءه عليه, وحمده لمعروفه عنده وفاء له, ولو أمكنني القدر, وأقدرني القضاء, على الوفاء لهشام بأكثر من ذلك, لوجدني أمير المؤمنين وافيا له به". فقال له المنصور: "ارجع يا شيخ إلى تمام حديثك".

." Ketika Al-Mansur mendengarnya, dia berkata, "Tanggapi dia." Ketika dia kembali, dia berkata: “Komandan orang-orang beriman, orang-orang yang paling kejam, siapa pun yang tidak melakukan permohonannya kepada orang yang telah mengalahkannya, memuji dia, dan memuji dia atas bantuannya untuk memenuhinya, dan jika nasib memungkinkan saya, dan pengadilan dapat membantu saya untuk memenuhi Hisyam lebih dari itu, jika Panglima Setia menganggapnya loyal kepada dia. ". Al-Mansur berkata kepadanya: "Kembalilah, Sheikh, untuk pidatonya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat:

خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ
Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).

Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”

ثمّ أقبل المنصور على حديثه إلى أن فرغ, فدعا المنصور بمال وكسوة وقال: "خذ هذا صلة منّا لك". قأخذ ذلك وقال: "والله يا أمير المؤمنين مابي من حاجة. ولقد مات عنيّ من كنت في ذكره, فما أحوجني إلى وقوفي على باب أحد بعده. ولولا جلال أمير المؤمنين, ولزوم طاعته, وإيثار أمره, لما لبست نعمة أحد بعده". فقال المنصور: "لله أنت! لولم يكن لقومه غيرك, لكنت أبقيت لهم ذكرا مخلّدا, ومجدا باقيا, بوفائك لمن أحسن إليك".

Kemudian Al-Mansur menerima pidatonya sampai selesai, jadi dia memanggil Al-Mansour dengan uang dan pakaian dan berkata: "Ambil tautan ini dari kami untuk Anda." Dia mengambilnya dan berkata: "Demi Tuhan, Panglima Setia, tidak perlu. Siapa pun yang saya ingat meninggal karena saya,Saya tidak perlu berdiri di pintu satu setelah dia  Tanpa keagungan Panglima Setia, kepatuhannya diperlukan, dan untuk mematuhinya,Dan untuk memberikan perintahnya, ketika seseorang memakai berkah untuknya. "Al-Mansur berkata:""Ya Tuhan! Dan jika bangsanya tidak memiliki siapa pun selain kamu, aku akan menyimpan kenangan abadi untuk mereka, dan kemuliaan akan tetap ada, dengan bertemu denganmu siapa pun yang baik kepadamu.

Resume :
1. Kejujuran merupakan suatu sikap yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, yang menyangkut akhlak dan tingkah laku seseorang. Kejujuran dapat menjadi sebuah cermin bagi seseorang agar dapat dipercaya ucapan dan perbuatannya, karena ada korelasi antara kejujuran dengan kebaikan itu sendiri.
Seperti dalam hadits riwayat Abdillah bin Mas’ud yang menyatakan bahwa “sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuju (jalan) ke surga….” itu sebabnya, menanamkan nilai kejujuran dilingkungan pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Dalam perspektif islam, kejujuran merupakan salah satu sifat terpenting dalam kepribadian seseorang dan sekaligus menjadi pertanda keimanannya. Kejujuran dapat membuat seseorang dipercaya akan kebenaran ucapan dan sikapnya. Orang yang jujur tentu memiliki sifat-sifat terpuji lainnya, karena kejujuran merupakan cerminan akhlak al-karimah. Dalam Alquran disebutkan, bahwa kejujuran sebagai sifat dasar para Nabi, karena sebagai manusia pilihan tentunya para nabi sudah dibekali dengan sifat-sifat terpuji. Setiap kali memuji Nabi-nya, sebagaimana tercantum dalam Alquran, Allah SWT menyifati mereka dengan sifat jujur. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran, yang artinya: “ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam al-kitab (Alquran) ini.  Sesungguhnya Ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.” (q.s. maryam: 41). Dengan demikian, implementasi kejujuran sangat mutlak dalam dunia pendidikan dalam konteks saat ini yaitu ujian nasional. Karena kejujuran yang tersemaikan dalam dunia pendidikan akan menggiring bangsa ke perjalanan penuh kebersahajaan dan keberadaban. Sebaliknya ketidakjujuran yang tersemaikan dalam dunia pendidikan dapat membenamkan bangsa ke dalam keterbelakangan dan kemunduran. Maka, apapun bentuk ketidakjujuran dalam proses ujian nasional seperti soal ujian bocor, menyontek atau memberi bantuan jawaban, bahkan pengawas yang memberi bantuan merupakan tindakan penipuan. Dalam islam, tindakan penipuan ini dilarang keras, bahkan langsung diancam dengan neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : ”siapa yang menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami; pembuat makar dan tipu daya akan masuk neraka”. (h.r thabrani dengan sanad yang baik, dan h.r ibnu majah dalam shahih-nya). Karena ketidakjujuran dalam proses ujian nasional dipandang mengandung unsur pengkhianatan terhadap suatu amanah, pembohongan, tipu daya, dan pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. Disamping itu, ketidakjujuran dalam ujian nasional ini yang disebut dengan ketidakjujuran ilmiah, dianggap mencampurkan antara yang haq dengan yang batil.

Memaafkan: Kewajiban orang yang berakal adalah hendaknya ia menguatkan jiwanya untuk senantiasa memaafkan manusia. Dan tidak membalas keburukan dengan keburukan lagi.
Ini adalah merupakan sifat orang-orang yang berjiwa besar. Dan memang sangat sulit sekali karena ketika hati kita sakit, butuh waktu untuk memaafkan. Namun orang-orang yang berjiwa besar dan mengharapkan keridhaan Allah semata, dia melihat bahwa kalau dia maafkan, Allah maafkan dia. Dan maaf Allah itu lebih baik daripada kekecewaan hati, lebih baik daripada ingin memuaskan hati ketika hati kita kesal kepada dia.
Ini adalah orang-orang yang jauh yang berfikir kedepan dan betul-betul berharap keridhaan Allah dan ampunanNya. Maka orang seperti ini menunjukkan akan kebesaran jiwa dan kekuatan iman.
Karena tidak ada cara untuk memadamkan perbuatan buruk orang lain kepada kita kecuali dengan cara kita berbuat ihsan kepadanya. Sebab kalau ada orang misalnya berbuat buruk kepada kita kemudian kita membalas keburukan. Barangkali orang tersebut akan kembali membalasnya. Akhirnya kita sibuk untuk terus membalas keburukan dengan keburukan. Tapi ketika orang itu berbuat buruk kepada kita, lalu kita malah membalas dengan berbuat baik kepada dia, maka selesai semuanya.
Ketika ada orang misalnya mengejek kita dengan kata-kata yang tidak baik, lalu kemudian kita berbuat baik kepada dia dengan mendo’akan dia dengan kebaikan, maka itu Subhanallah menunjukkan akan kebesaran jiwa, kekuatan hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume pengakuan keindahan